Tangsel Darurat Sampah, Warga Bukit Nusa Indah Ciputat Sulap Tong Air Jadi Komposter

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, Asumsi.id  – Akhir-akhir ini  Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten lagi darurat sampah, dari hal tersebut lahirlah Warga perumahan Bukit Nusa Indah, Ciputat, yang menunjukkan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan. Secara swadaya, warga di wilayah tersebut mengolah sampah organik secara mandiri dengan mengubah tong penampung air menjadi unit komposter produktif yang berfungsi sebagai wadah penguraian sampah organik.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya warga dalam membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas, Komposter tersebut dirancang untuk menampung dan mengolah sampah organik dari sisa makanan, daun, dan limbah dapur lainnya.

Namun tidak hanya itu, warga juga mengembangkan berbagai metode pengelolaan sampah ramah lingkungan, mulai dari pembuatan lubang biopori hingga perencanaan pembentukan bank sampah untuk mengelola sampah non organik.

BACA JUGA  ‎Di Bawah Arahan Bupati dan Wakil Bupati, Boltara Borong Penghargaan KB

Inisiatif ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah berbasis komunitas yang mencakup wilayah cukup luas, yakni 3 RW dengan total 26 RT.

Menariknya, motor penggerak dari aksi ini adalah para pria yang sebagian besar sudah memasuki usia senja, yakni di atas 50 tahun. Meski tak lagi muda, keterampilan mereka dalam merakit, memotong, dan memodifikasi tong air menjadi komposter terlihat sangat cekatan. Proses pembuatannya dilakukan secara swadaya, mulai dari pendanaan hingga tenaga pengerjaan.

Salah satu penggerak kegiatan, Hohan Barazing (60), mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bersama warga akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Kami membuat ini untuk mengatasi permasalahan sampah di 3 RW. Ini kita lakukan juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah melakukan pengelolaan sampah,” ujar Hohan saat ditemui di lokasi pada Selasa (06/01/2026).

BACA JUGA  DPRD Gelar Rapat Penyempurnaan Evaluasi APBD Bolmut Tahun Anggaran 2025

Pengelolaan sampah yang dilakukan ini juga dilalukan secara mandiri atau dengan biaya swadaya dari masyarakat sekitar. Dengan peralatan sederhana, warga bahu-membahu memotong dan merakit tong menjadi komposter yang siap digunakan, dan nantinya, hasil penguraian sampah organik ini akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos dan pupuk cair yang kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekitar.

Hohan menambahkan, pengelolaan sampah mandiri juga bertujuan membentuk budaya sadar kebersihan di tengah masyarakat, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pihak lain.

“Ini berkonsep dari warga untuk warga. Jadi harus bisa mandiri, nanti kami akan sosialisasikan dan membuat aturan bersama pak RT dan pak RW,” tambahnya.

BACA JUGA  Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Tekankan Semangat Pengabdian pada Pembukaan Jumbara Kader PKK dan Posyandu 2026 

Sementara itu, untuk tahap awal, warga menargetkan pembuatan 40 unit komposter untuk memenuhi kebutuhan tiga RW. Setiap unit komposter dibuat dengan biaya sekitar Rp450 ribu, yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai guna dan nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Jadi masayrakat juga harus sadar bahwa sampah dan limbah ini juga memiliki nilai ekonomi dan bisa membuat lingkungan sehat. Untuk komposter sendiri nanti bisa menjadi pupuk cair dan pupuk kompos,” tuturnya.

Belajar dari inisiatif warga Bukit Nusa Indah Ciputat ini yang menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat berjalan efektif melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang
‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo
Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas
Jusnan Mokoginta Kembali Pimpin Percasi Boltara Periode 2026–2030
Kementerian ATR/BPN Catat Redistribusi Tanah 4,39 Juta Hektare dalam Pelaksanaan Reforma Agraria
Hampir Dua Tahun Berjalan, Navigasi Iman Jadi Gerakan Memakmurkan Masjid di Kabupaten Gorontalo 
Kemnaker Tetapkan Ketentuan BSU 2026, Pekerja Berhak Terima Bantuan Rp900 Ribu

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 00:11

PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang

Sabtu, 7 November 2026 - 23:04

‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo

Sabtu, 7 November 2026 - 12:39

Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63

Sabtu, 7 November 2026 - 11:59

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 17:00

Jusnan Mokoginta Kembali Pimpin Percasi Boltara Periode 2026–2030

Berita Terbaru