Halsel, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) menggelar apel pagi rutin di Lapangan Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin (12/1/2025). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Safiun Rajulan, dalam arahannya menekankan pentingnya peran sekretaris dinas dalam melakukan pembinaan internal pegawai, khususnya terkait kepatuhan terhadap penggunaan seragam dan kelengkapan atribut ASN.
Ia meminta agar para sekretaris dinas secara aktif melakukan pengecekan terhadap bawahan masing-masing serta memberikan teguran apabila ditemukan pegawai yang belum memenuhi ketentuan tersebut. Menurutnya, pembinaan kedisiplinan perlu dilakukan secara berjenjang sesuai aturan yang berlaku.
“Sekretaris dinas bertanggung jawab melakukan pembinaan internal. Tolong dicek bawahannya yang belum melengkapi seragam dan atribut, sampaikan dan ingatkan. Jika diperlukan, berikan sanksi sesuai ketentuan agar segera dilengkapi,” ujar Safiun.
Dalam kesempatan tersebut, Safiun juga menyampaikan bahwa kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada tahun anggaran 2025 tidak mengalami perubahan. Hal ini, kata dia, merupakan hasil pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta arahan langsung Bupati Halmahera Selatan yang menegaskan tidak adanya pengurangan TPP bagi ASN.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat empat daerah di Provinsi Maluku Utara yang masih memberlakukan kebijakan TPP, yakni Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Kota Ternate.
“Karena itu, saya kembali mengingatkan seluruh ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar menjaga serta meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. TPP diberikan berdasarkan tingkat kehadiran dan kinerja masing-masing pegawai,” katanya.
Selain itu, Safiun turut menyampaikan informasi terkait konser amal yang diselenggarakan Pemkab Halmahera Selatan pada akhir tahun 2024. Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut berhasil menghimpun dana sekitar Rp1 miliar yang telah disalurkan untuk membantu korban bencana banjir di Aceh.*








