Banjir Tinggi di Bolmong Terendam Ribuan Hektar Lahan Pertanian, Petani Terpaksa Panen Lebih Awal

Minggu, 30 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLMONG, Asumsi.id – Intensitas curah hujan tinggi mengakibatkan ribuan hektar lahan pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terendam banjir. Bahkan sebagian petani sawah terpaksa melakukan panen lebih awal guna menekan kerugian lebih besar.

Seperti yang ada di Desa Doloduo Dua Kecamatan Dumoga Barat, untuk menekan kerugian lebih besar, para petani terpaksa menyelematkan dengan cara memanen lebih awal. Panen lebih awal, bisa dipastikan kualitas beras menurun karena tingginya kadar air. Sehingga harga di tingkat pasar akan anjlok.

“Petani melakukan panen lebih awal guna menekan kerugian lebih besar,” ujar Sangadi (kepala desa) Doloduo Dua Wawan Bonde.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, selain merendam tanaman Padi, ada juga tanaman jagung. Luas lahan yang terdampak banjir mencapai ribuan hektare.

BACA JUGA  Update Harga Kebutuhan Pokok di Bolmut, 1 Februari 2023

Untuk lahan padi seluas 1.589,67 hektare, dan jagung mencapai 1. 216,60 hektare yang tersebar di 57 desa atau 182 kelompok tani,ujar Kadis Pertanian Bolmong Tony Toligaga.

Dia mengatakan, beberapa tahun ini, Kabupaten Bolmong kerap dihadapkan dengan bencana banjir yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat petani.

Padahal Kabupaten Bolmong menjadi salah satu Kabupaten produsen bahan pangan/beras utama di Sulawesi Utara, khususnya pada sektor padi.

“Sektor pertanian telah menjadi kekuatan dalam menentukan ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Dengan perubahan iklim, menyebabkan Kabupaten Bolmong rawan mengalami beragam bencana alam, salah satunya adalah banjir yang merupakan peristiwa tergenangnya daratan akibat volume air yang berlebihan.

BACA JUGA  Penjabat Bupati Bolmong Turun Langsung ke Lokasi Banjir

Banjir berpengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat termasuk petani.

Pada musim banjir, lahan pertanian akan terendam air dalam waktu yang cukup lama. Air dapat merusak tumbuhan yang mengakibatkan gagal panen. Selain itu, petani juga harus berhadapan dengan penyakit serta hama, khususnya keong mas yang hidup di daerah rawa atau sawah. Hal ini mengharuskan petani menunda waktu tanam sampai banjir surut.

“Namun, apabila banjir pada lahan pertanian terus terjadi, petani akan mengalami gagal panen gagal panen dapat mengakibatkan penurunan pasokan bahan pangan di Kabupaten Bolmong,” tandasnya. (*/Arifin)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Tertinggal Lebih Dulu, Korea Selatan Bangkit Tekuk Ceko 2-1
‎Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Tundukkan Afrika Selatan 2-0 di Grup A
Heriyus Apresiasi Panen Nila Kelompok Tani Pakat Bersama
Sambut PENAS KTNA XVII, Kabupaten Gorontalo Tawarkan Pesona Wisata Unggulan
‎Usai Keluhan Siswa dan Guru, Distribusi MBG di Kaidipang Dihentikan Sementara
‎Bupati Boltara Temui Menteri ATR/BPN, Bahas RDTR dan Hilirisasi Pertanian
Desa Iloponu Jalani Monev Desa Antikorupsi 2026, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas
‎Pemkab Gorontalo Perkuat Pelaporan Data Stunting, Targetkan Prevalensi Turun Jadi 24 Persen

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:08

‎Tertinggal Lebih Dulu, Korea Selatan Bangkit Tekuk Ceko 2-1

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:13

‎Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Tundukkan Afrika Selatan 2-0 di Grup A

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:29

Heriyus Apresiasi Panen Nila Kelompok Tani Pakat Bersama

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:17

Sambut PENAS KTNA XVII, Kabupaten Gorontalo Tawarkan Pesona Wisata Unggulan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:45

‎Usai Keluhan Siswa dan Guru, Distribusi MBG di Kaidipang Dihentikan Sementara

Berita Terbaru