LIMBOTO, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas pelaporan data intervensi. Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan Peningkatan Kualitas Pelaporan Data Intervensi Stunting pada Aplikasi Konvergensi Bangda Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026 yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, di Grand Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti operator puskesmas, kecamatan, sekretaris kecamatan, serta operator balai yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Gorontalo. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan akurasi dan kualitas pelaporan data program percepatan penurunan stunting yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
Dalam sambutannya, Sugondo menekankan pentingnya data yang valid dan tepat waktu dalam mendukung efektivitas program penanganan stunting.
Menurutnya, kualitas data memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi yang dilakukan pemerintah daerah.
“Keberhasilan penanganan stunting tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program, tetapi juga kualitas data yang dilaporkan. Karena itu seluruh operator harus memastikan data yang diinput valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sugondo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gorontalo, Rismawati Arsyad, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian pembekalan yang sebelumnya dilakukan secara daring.
Ia mengatakan Aplikasi Konvergensi Bangda menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintah pusat untuk mengevaluasi pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah. Oleh sebab itu, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memastikan seluruh data dan laporan program tersampaikan secara lengkap dan tepat waktu.
Rismawati mengungkapkan berbagai program intervensi yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil yang positif. Data menunjukkan jumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir, dari 25.700 keluarga pada 2023 menjadi 15.289 keluarga pada 2024, dan kembali turun menjadi 13.792 keluarga pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan hingga penyuluh keluarga berencana yang secara konsisten menjalankan program pencegahan dan penanganan stunting.
Meski tren penurunan terus terjadi, Pemkab Gorontalo tetap menargetkan hasil yang lebih baik. Setelah prevalensi stunting berada pada angka 28 persen pada 2025, pemerintah daerah optimistis dapat menekannya hingga 24 persen pada tahun 2026.
Komitmen tersebut juga tercermin dari capaian nilai 83,97 dengan kategori Baik pada Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Semester II Tahun 2025. Hasil itu menjadi indikator keseriusan Pemkab Gorontalo dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui percepatan penurunan angka stunting di daerah.(*)
Penulis : Itan
Editor : Dolvin










