Begini Penjelasan Kepala Sekolah Soal Pemalangan MI Kubung Akibat Lahan Belum Dibayar

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Asumsi.id — Kepala Sekolah MI Kubung, Abd. Rasid Difinubun, S.Pd.I, angkat bicara terkait pemalangan enam ruang kelas di sekolah tersebut oleh pemilik lahan. Aksi itu dipicu belum terselesaikannya pembayaran lahan oleh Pemerintah Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Abd. Rasid menjelaskan, persoalan lahan itu telah dibahas sejak Musyawarah Desa (Musdes) tahun 2023. Saat itu, Pemerintah Desa berjanji menyelesaikan pembayaran lahan yang digunakan untuk bangunan MI dan MTs Kubung. Namun hingga 2025, janji tersebut belum direalisasikan.

“Janji penyelesaian sudah disampaikan sejak 2023, bahkan kembali diulang pada Musdes 2024. Tapi sampai hari ini belum juga dituntaskan,” ujar Abd. Rasid, Jumat (7/11/2025).

BACA JUGA  Natal 2022, PLN UP3 Kotamobagu Sinergi Dengan Kearifan Lokal Budaya Bolmong

Ia mengungkapkan, dalam Musdes 2025 ia bersama Kepala Sekolah MTs Kubung kembali menyampaikan urgensi penyelesaian lahan tersebut di hadapan Camat Bacan Selatan, Kepala Desa, dan BPD. Menurutnya, Camat juga telah meminta agar persoalan lahan diprioritaskan.

“Kami meminta agar penyelesaian lahan dijadikan prioritas, karena proses belajar mengajar terganggu. Kepala Desa juga sempat berjanji akan menyelesaikannya pada pencairan tahap I tahun 2025, tetapi sampai pencairan tahap II, tidak ada realisasi,” tuturnya.

Kondisi itu membuat pemilik lahan merasa dirugikan dan akhirnya melakukan pemalangan. Akibatnya, enam ruang kelas tidak dapat digunakan. Kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke teras sekolah dan area di bawah pohon.

“Kami sangat kecewa. Anak-anak terpaksa belajar di luar kelas, itu jelas mengganggu fokus dan kenyamanan mereka,” kata Abd. Rasid.

BACA JUGA  Rizal Bawazier Desak Truk Besar dan Kontainer Jangan Lewat Dalam Kota Pekalongan

Ia menambahkan, persoalan ini jika terus berlarut berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis serta kualitas pendidikan para siswa.

“Kalau ini dibiarkan, kasihan anak-anak. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya, sembari berharap Pemerintah Desa Kubung segera menunjukkan iktikad baik menyelesaikan masalah tersebut.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52

‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Berita Terbaru