‎Diduga Tanpa Batching Plant, Pengecoran Pondasi RSUD Boltara Diragukan

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pintu masuk proyek Gedung PHTC RSUD Boltara tiga lantai oleh PT Brantas Abipraya (Persero) yang mulai menuai sorotan.

Foto: Pintu masuk proyek Gedung PHTC RSUD Boltara tiga lantai oleh PT Brantas Abipraya (Persero) yang mulai menuai sorotan.

BOLTARA, Asumsi.id – Pembangunan Gedung PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) RSUD Bolaang Mongondow Utara (Boltara) berkapasitas tiga lantai oleh PT Brantas Abipraya (Persero), sepertinya mulai menuai masalah.

‎Pasalnya, pekerjaan struktur bawah untuk pengeboran pondasi sebanyak 157 titik yang menjadi penentu kekuatan bangunan, diduga tidak menggunakan batching plant atau fasilitas produksi beton siap pakai.

‎Hasil penelusuran media inj tahapan pekerjaan pengeboran pondasi atau bor pile sudah dimulai, namun pihak pelaksana tidak menggunakan batching plant yang selayaknya digunakan untuk mencampur takaran semua bahan, termasuk air secara terukur.

‎Melainkan, langsung dicampur secara manual ke truk pengaduk atau concrete mixer truck yang mengangkut campuran beton jadi untuk proses pengecoran.

‎Ada dugaan, campuran material cor beton untuk bor pile ini sengaja dilakukan secara manual dalam rangka mengejar progres pekerjaan yang volumenya masih dibawah standar.

‎Tak pelak, poyek yang merupakan bagian dari penugasan Kemenkes RI dengan nilai kontrak sebesar Rp128,3 Miliar dengan durasi pelaksanaan 296 hari kalender, itu mulai diragukan oleh berbagai pihak.

‎”Harus ada kejelasan, apakah dalam dokumen kontrak kerja memang tidak menggunakan batching plant, sebab ini bangunan tiga lantai. Apalagi, pihak pelaksana proyek pemerintah ini adalah salah satu BUMN,” ujar Fadel Hulalango, salah satu pemuda pemerhati di Kabupaten Boltara.

‎Upaya, konfirmasi yang dilakukan kepada pihak kontraktor pelaksana PT Brantas Abopraya (Persero) maupun pihak kontraktor bidang perencanaan dan pengawasan proyek
‎PT Ciriajasa Cipta Mandiri, Kamis (07/05/2026) tidak berhasil.

‎”Kalau bapak menginginkan informasi sebaiknya terlebih dahulu ada janjian, tapi saat ini pihak pelaksana dan pengawas tidak berada di tempat. Bangunan direksi keet memang sudah ada di samping sana, tapi belum di operasikan lantaran masih dalam tahap perampungan,” ujar salah satu pihak keamanan kepada media ini di pos penjagaan lokasi proyek.(***)

Facebook Comments Box
BACA JUGA  Wartawan Tertahan di Pintu Masuk Proyek RSUD Boltara, Dikerjakan PT Brantas Abipraya

Berita Terkait

Rehat Sejenak dari Aktivitas Kantor, Kementerian ATR/BPN Adakan Slow Run Rutin Sepulang Kerja
‎Batching Plant Pemasok Beton Proyek RSUD Boltara Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan
Perkuat Implementasi IKU 2025-2029, Sekjen ATR/BPN Tekankan Keselarasan Indikator Kinerja Pusat dan Daerah
Evaluasi BOSP 2026, Bupati Sirajudin Ingatkan Pengelolaan Dana Harus Transparan
Menteri Nusron Ajak IPPAT dan Pemda Jawa Barat Perkuat Sinergi demi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
Wamen Ossy Buka Rapat Evaluasi Setahun LANDLAB, Kerja Sama Kementerian ATR/BPN Bersama JICA
‎Wakapolres Badung Perkuat Pengawasan Internal, Personel Diminta Jauhi Judul
‎Ketua DPRD Boltara Dorong Komisi III Perkuat Pengawasan Pembangunan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:47

Rehat Sejenak dari Aktivitas Kantor, Kementerian ATR/BPN Adakan Slow Run Rutin Sepulang Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:51

‎Batching Plant Pemasok Beton Proyek RSUD Boltara Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:45

Perkuat Implementasi IKU 2025-2029, Sekjen ATR/BPN Tekankan Keselarasan Indikator Kinerja Pusat dan Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:46

Evaluasi BOSP 2026, Bupati Sirajudin Ingatkan Pengelolaan Dana Harus Transparan

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:23

Menteri Nusron Ajak IPPAT dan Pemda Jawa Barat Perkuat Sinergi demi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan

Berita Terbaru