Limboto, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mengarahkan pembangunan infrastruktur untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Melalui APBD Perubahan 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan sejumlah penataan strategis yang menyasar sektor UMKM, kesehatan, pariwisata, olahraga, dan ruang publik.
Program tersebut digarap Bidang Cipta Karya, antara lain penataan Sentra UMKM Talaga, pengembangan fasilitas hidroterapi di Pentadio Resort, pembenahan kawasan GOR David-Tonny, serta rehabilitasi pagar Kolam Renang Barakati.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo, Ayu Razak, mengatakan seluruh pekerjaan diarahkan agar infrastruktur yang dibangun memberikan manfaat langsung dan mendukung aktivitas masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak semata mengejar penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga bagaimana kawasan yang ditata mampu menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat daya tarik wisata, dan mendukung pelayanan kesehatan.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan wahana hidroterapi di kawasan Pentadio Resort.
Fasilitas ini memanfaatkan potensi sumber air panas alami Pentadio dan dirancang untuk mendukung layanan pemulihan medis dengan melibatkan tenaga fisioterapi dari RSUD MM Dunda Limboto.
“Di Pentadio Resort nanti ada kolam hidroterapi yang difungsikan untuk pemulihan medis. Pasien penderita stroke ringan maupun gangguan saraf lainnya dapat menjalani terapi di sana di bawah pengawasan fisioterapis ahli,” ujar Ayu, Senin ( 14/9)
Konsep tersebut diharapkan menjadi pengembangan baru bagi Pentadio Resort dengan memadukan potensi wisata dan layanan kesehatan.
Dengan demikian, kawasan Pentadio tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga diarahkan memiliki nilai tambah sebagai ruang pemulihan dan kebugaran masyarakat.
Penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari agenda Cipta Karya melalui penataan Sentra Gedung UMKM Kabupaten Gorontalo di eks SD Negeri 2 Talaga.
Gedung tersebut diarahkan menjadi salah satu ruang pengembangan aktivitas pelaku UMKM. Pada APBD Perubahan 2026, pekerjaan difokuskan pada penataan kawasan luar gedung agar lebih tertib, nyaman, dan representatif.
Pekerjaan meliputi pemasangan paving block pada halaman serta penataan pagar existing. Penataan ini juga dirancang menyatu dengan kawasan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang berada di depannya.
Konektivitas kedua kawasan tersebut diharapkan menciptakan sentra aktivitas UMKM yang lebih terintegrasi, sekaligus memberikan ruang yang nyaman bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Gorontalo memperkuat ekosistem UMKM melalui dukungan infrastruktur yang memadai.
Penataan kawasan publik juga menyasar area belakang Panggung 17 GOR David-Tonny Kawasan tersebut selama ini kerap tergenang dan becek saat hujan.
Melalui pemasangan paving block, area tersebut akan ditata menjadi ruang yang lebih bersih dan fungsional, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai area parkir.
“Area di belakang Panggung 17 sering tergenang air saat hujan deras dan becek. Melalui pemasangan paving block, tempat itu akan bersih dan siap difungsikan secara optimal sebagai area parkir kendaraan,” kata Ayu.
Sementara itu, di Kolam Renang Barakati, Bidang Cipta Karya menyiapkan rehabilitasi pagar keliling yang sebagian mengalami kerusakan akibat usia bangunan.
Pembenahan tersebut diharapkan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung kualitas kawasan wisata air Barakati.
Ayu menjelaskan, pekerjaan dalam APBD Perubahan 2026 pada prinsipnya berupa rehabilitasi dan penataan kawasan, tanpa pembangunan gedung baru.
Pelaksanaan ditargetkan mulai berjalan pada Oktober setelah proses evaluasi APBD Perubahan di tingkat Pemerintah Provinsi Gorontalo selesai.
APBD Perubahan sendiri telah mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Gorontalo dan kini memasuki tahapan evaluasi.
“Begitu ketukan evaluasi dari provinsi turun, kami langsung tancap gas. Masa perencanaan kami padatkan sekitar dua minggu, sehingga minggu ketiga Oktober pekerjaan fisik sudah bisa berjalan dengan estimasi pengerjaan 45 hingga 50 hari kerja,” ujarnya.
Rangkaian program tersebut menegaskan arah pembangunan Pemkab Gorontalo yang menempatkan infrastruktur sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Penataan kawasan UMKM, pengembangan hidroterapi, pembenahan fasilitas olahraga dan wisata diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kawasan, tetapi juga membuka ruang aktivitas ekonomi, meningkatkan kenyamanan publik, serta memperkuat daya tarik Kabupaten Gorontalo.








