MANADO, Asumsi.id — Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, menghadiri kegiatan Optimalisasi Peran Lembaga Jasa Keuangan dalam Mendorong Ekonomi Daerah melalui implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM, yang digelar di Ballroom Lantai 2 Luansa Hotel Manado, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh perwakilan OJK dan dihadiri jajaran pemerintah daerah se-Sulawesi Utara ini menjadi forum strategis dalam mendorong akses pembiayaan UMKM, termasuk penguatan peran perbankan dan lembaga keuangan non-bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam rangkaian kegiatan, sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Asisten II Provinsi Sulawesi Utara menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan dalam memperluas inklusi keuangan serta mempercepat pembangunan ekonomi berbasis UMKM.
Sesi keynote speech turut mengulas arah kebijakan POJK 19/2025, dengan menekankan peran strategis lembaga jasa keuangan dalam membuka akses pembiayaan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi pelaku UMKM di daerah.
Selanjutnya, diskusi panel menghadirkan narasumber dari OJK, perbankan, pimpinan Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB), serta pemerintah daerah.
Diskusi tersebut membahas berbagai strategi optimalisasi, mulai dari digitalisasi layanan keuangan, peningkatan inklusi keuangan, hingga penyederhanaan prosedur kredit dengan skema yang lebih fleksibel dan bunga kompetitif.
Selain itu, aspek tata kelola dan manajemen risiko juga menjadi perhatian, di mana perbankan dan LKNB didorong untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, sistem monitoring yang kuat, serta mitigasi risiko kredit UMKM. Lembaga keuangan juga diwajibkan menyusun rencana tahunan pembiayaan UMKM sebagai bagian dari strategi bisnis mereka.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, menyampaikan usulan penting terkait akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Usulan ini disampaikan langsung di hadapan Kepala OJK Sulawesi Utara serta pimpinan perbankan dan LKNB.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah bank, baik Bank BUMN maupun Bank SulutGo (BSG).
Tindak lanjut dari pembahasan ini direncanakan melalui pertemuan lanjutan yang akan digelar di Kantor Bupati Boltara.
Bupati Sirajudin Lasena berharap, melalui skema KUR Alsintan ini, persoalan kekurangan alat dan mesin pertanian, termasuk alat panen di Kabupaten Boltara dapat segera teratasi sehingga mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kegiatan ini turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara, wakil kepala daerah, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Boltara, serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Boltara.*









