LIMBOTO, Asumsi.id – Semangat kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat menjadi pesan utama yang disampaikan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat memimpin Apel Korpri Bulan Juni 2026 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (2/6/2026).
Di hadapan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Sofyan Puhi menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman moral yang harus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, mengandung pesan kuat bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus menjadi kekuatan pemersatu bangsa di tengah keberagaman.
“Sebagai ASN, kita harus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam setiap kebijakan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Profesionalisme, integritas, dan loyalitas harus terus diperkuat demi mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, dan berorientasi pada hasil,” tegas Sofyan.
Dalam arahannya, Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk memperkuat budaya kerja BerAKHLAK, meningkatkan disiplin dan kinerja, serta membangun kolaborasi yang kuat guna mendukung agenda pembangunan daerah yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Momentum apel tersebut juga menjadi ajang penyampaian capaian penting daerah. Sofyan Puhi mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Kabupaten Gorontalo kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Prestasi tersebut menjadi raihan WTP ke-16 secara berturut-turut sekaligus menjadi capaian perdana pada masa kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tony S. Yunus.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Sofyan juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri secara maksimal menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 yang akan digelar di Gorontalo.
Menurutnya, PENAS XVII bukan sekadar agenda nasional sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Gorontalo kepada masyarakat Indonesia.
“Suksesnya PENAS akan menjadi etalase keberhasilan daerah dalam membangun sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi kerakyatan. Karena itu, diperlukan dukungan, kesiapan, dan sinergi seluruh elemen pemerintah daerah,” katanya.*










