Dualisme PWI Kalbar Berakhir, Kundori Cabut Laporan Polisi Sebagai Simbol Rekonsiliasi

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Asumsi.id — Upaya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyatukan kepengurusan di daerah kembali membuahkan hasil. Melalui Musyawarah Penyelesaian Dualisme PWI Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Ruang Rapat Pleno PWI Pusat, Jakarta, Kamis (16/10), dua kepengurusan PWI Kalbar resmi melebur menjadi satu.

Momen bersejarah ini ditandai dengan langkah penting dari Ketua PWI Kalbar hasil Kongres Bandung, Kundori, yang mencabut laporan kepolisian terhadap Wawan Suwandi di Polda Kalbar. Pencabutan laporan tersebut menjadi simbol berakhirnya konflik dan dimulainya babak baru persatuan wartawan di Bumi Khatulistiwa.

“Saya mencabut laporan di kepolisian sebagai tanda bahwa kami sudah kembali satu. Tidak ada lagi kubu mana pun,” ujar Kundori usai musyawarah.

BACA JUGA  Sirajudin Lasena Sambut Kunker Wakil Gubernur Sulut

Langkah damai itu disambut baik oleh Wawan Suwandi, Ketua PWI Kalbar hasil KLB, yang juga menyatakan kesediaannya bergabung dalam kepengurusan baru.

“Saya menerima keputusan ini, yang terpenting, PWI Kalbar kembali utuh dan bisa fokus membangun profesionalisme wartawan di Kalbar,” katanya.

Musyawarah tersebut dipimpin langsung oleh Tim Penyelesaian Dualisme PWI se-Indonesia, yang terdiri dari Atal S. Depari, Anrico Pasaribu, Hilman Hidayat, dan Kadirah. Forum ini berlangsung secara hybrid, dengan peserta hadir langsung di kantor PWI Pusat dan diikuti secara daring oleh pengurus PWI dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Ketua Tim, Atal S. Depari, menilai keputusan Kundori mencabut laporan polisi adalah langkah berani dan bijak.

BACA JUGA  PWI Pusat Prihatin Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia

“Ini bentuk kedewasaan berorganisasi. Rekonsiliasi bukan hanya soal struktur, tapi juga keikhlasan untuk memulai kembali dengan semangat baru,” ujar Atal.

Tim Penyelesaian Dualisme dibentuk oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir berdasarkan amanat Kongres Persatuan PWI Tahun 2025 di Cikarang. Tim ini bertugas menyelesaikan seluruh persoalan dualisme di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Dengan berakhirnya dualisme di PWI Kalbar, PWI Pusat menegaskan bahwa langkah ini menjadi contoh nyata bagi daerah lain untuk menempuh jalan dialog dan rekonsiliasi demi menjaga marwah organisasi.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila
‎Kakan Pertanahan Boltara Enliawaty Hassan Perkuat Sinergi Sertifikasi Tanah Wakaf dan Aset Negara
Gaji Ke-13 Cair Bersama TPP, Pemkab Gorontalo Salurkan Rp25,45 Miliar.
‎Sofyan Puhi: ASN Harus Jadi Motor Restorasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
‎Boltara Bantu Korban Banjir Bolmong, Sirajudin: Kita Adalah Saudara
‎Peringati Hari Lahir Pancasila, Kantor Pertanahan Boltara Teguhkan Komitmen Pengamalan Nilai Pancasila
Peter Shilton dan Fabien Barthez Berbagi Rekor Clean Sheet Terbanyak di Piala Dunia
Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:48

Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:14

‎Kakan Pertanahan Boltara Enliawaty Hassan Perkuat Sinergi Sertifikasi Tanah Wakaf dan Aset Negara

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:42

Gaji Ke-13 Cair Bersama TPP, Pemkab Gorontalo Salurkan Rp25,45 Miliar.

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:08

‎Sofyan Puhi: ASN Harus Jadi Motor Restorasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:01

‎Boltara Bantu Korban Banjir Bolmong, Sirajudin: Kita Adalah Saudara

Berita Terbaru