Forum IKM Kabupaten Ponorogo Terus Bergerak Memasuki Usia Ke 8 Tahun

Senin, 5 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONOROGO, Asumsi.id – Memasuki usia yang ke 8 tahun Forum IKM (Industri Kecil dan Menengah) Kabupaten Ponorogo, Jatim menggelar beberapa agenda. Diantaranya adalah bazar UMKM dan kuliner, fashion show batik, workshop UMKM, lomba mewarnai tema batik, pojok layanan UMKM dan ngopi bareng.
Menurut  Ketua Forum IKM Kabupaten Ponorogo, Sunarto agenda Forum IKM Halal Festival & Batik Fashion 2024 merupakan acara yang bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Ponorogo. “Acara ini akan menjadi platform bagi para pelaku IKM untuk memamerkan produk mereka kepada kalayak umum. Karena Ponorogo adalah kabupaten yang kaya akan Produk IKM baik makanan,minuman maupun industri kreatif lainnya Namun, seringkali IKM tersebut kesulitan untuk memperluas jangkauan pasar dan mempromosikan produk mereka secara efektif. Maka IKMFest 2024 ini hadir sebagai solusi yang telah dirancang khusus untuk menyatukan para pelaku IKM dan UKM dengan calon konsumen yang potensial,” ujar Sunarto disela-sela acara, Minggu (4/7/2024) di kompleks Gedung Sasana Praja Pemkab Ponorogo.
Dia menambahkan bahwa jumlah peserta event ini selain dari pelaku IKM Kabupaten Ponorogo juga berasal dari Kabupaten  Bojonegoro Kota Surabaya, Magetan dan Madiun. Selain itu ada 3 sektor yaitu Kriya, Mamin , dan Fesyen. Kriya merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang terdapat di Ponorogo dan produksi barang-barang yang unik, indah, dan berfokus kerajinan bernilai pada tangan estetika tinggi. Kedepan, kami berharap agar Kriya tidak hanya mencakup produksi barang-barang kerajinan tangan tradisional, namun juga mencakup kerajinan tangan modern yang menggabungkan teknologi dan inovasi,” paparnya.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa mamin adalah salah satu sektor Industri di Ponorogo yang menyajikan produksi dan pemasaran makanan dan minuman yang berkualitas, dan memiliki ciri khas daerah atau budaya. “Sebagai sektor industri kecil di kabupaten Ponorogo, harapan kami agar para pelaku usaha Mamin di daerah kami dapat menggabungkan unsur-unsur kreatif seperti keahlian memasak, inovasi, desain kemasan, dan pemasaran untuk menciptakan produk makanan dan minuman yang menarik bagi konsumen,” ungkapnya.
IKM
Sedangkan batik adalah salah satu sektor industri Kreatif unggulan di Jawa Timur dan memiliki potensi kreativitas tinggi dengan beraneka ragam design corak kedaerahan yang kental. “Dalam acara ini para desainer batik dapat memamerkan karya mereka sekaligus dapat memperagakan batik batiknya di sesi acara batik fashion show. Ini akan meningkatkan visibilitas merek mereka, menarik perhatian calon konsumen, serta memperluas jangkauan pemasaran,” terangnya.
Masih menurut Sunarto, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang potensi industri kecil di Indonesia dan dampaknya terhadap perekonomian nasional, mendorong peserta untuk berinovasi dan mengembangkan produk industri kecil dengan nilai tambah yang tinggi. “Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam hal pemasaran, branding, dan cara proses produksi yang baik serta legalitas usaha serta memperkenalkan peserta kepada jaringan dan komunitas pelaku industri kecil yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan bisnis mereka,” imbuhnya.
Pun, dia menerangkan acara ini juga memberikan contoh-contoh sukses dari pelaku industri kecil di Indonesia sebagai inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan usaha mereka sendiri. “Untuk Workshop, dalam pemberian materi dari narasumber yang berkompeten,”  katanya.
Selanjutnya juga juga ada perlombaan mewarnai bagi anak TK dan menghias Kue ibu-ibu. Pihaknya juga menyediakan pojok layanan terkait konsultasi bisnis, legalitas dan pembuatan ijin PIRT, NIB, Sertfikat Halal secara Gratis.
Facebook Comments Box
BACA JUGA  Menteri Nusron Tinjau Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Pascabencana Hidrometeorologi Sumatera 2025

Berita Terkait

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Kepastian Waktu, Masyarakat Tak Perlu Lama Menunggu Layanan Pertanahan
Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
‎Konferensi Tak Kunjung Digelar, PWI Sulut Tunjuk Ramdhan Buhang sebagai Plt Ketua PWI Boltara
Bupati Sirajudin Hadiri NSIF 2026, Boltara Buka Peluang Investasi Strategis
‎BSG Serahkan Merchant QRIS Pajak, Dorong Digitalisasi Pembayaran Pajak di Kotamobagu
Pemda Pindahkan Pembangunan MCK Masjid Agung ke Sisi Timur, Respons Aspirasi Masyarakat
Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal
Bupati Sirajudin Tinjau Panen Raya Padi IPB 15S di Gihang, Dorong Pertanian Modern

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:28

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Kepastian Waktu, Masyarakat Tak Perlu Lama Menunggu Layanan Pertanahan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:21

Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:25

‎Konferensi Tak Kunjung Digelar, PWI Sulut Tunjuk Ramdhan Buhang sebagai Plt Ketua PWI Boltara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:54

Bupati Sirajudin Hadiri NSIF 2026, Boltara Buka Peluang Investasi Strategis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:07

‎BSG Serahkan Merchant QRIS Pajak, Dorong Digitalisasi Pembayaran Pajak di Kotamobagu

Berita Terbaru