‎Kejari Talaud Tetapkan Ronal Rando Tersangka Kelima Dugaan Korupsi Tanah Rp2,2 Miliar

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ronal Rando (tengah) mengenakan rompi tahanan saat menjalani penahanan. (Foto: Istimewa)

Ronal Rando (tengah) mengenakan rompi tahanan saat menjalani penahanan. (Foto: Istimewa)

TALAUD, ASUMSI.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Talaud menetapkan dan menahan Ronal Rando (41) sebagai tersangka kelima dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2022.

‎Ronal merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang saat proses pengadaan tanah berlangsung menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk lahan pembangunan SPBU Mini di Melonguane Barat.

‎Kejari Kepulauan Talaud menyebut perkara tersebut mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp2,2 miliar.

‎Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kepulauan Talaud, Bryan Saputra Tambuwun, mengatakan Ronal diduga tidak menjalankan tugasnya sebagai PPK secara optimal, khususnya dalam mengawasi kontrak penilaian atau appraisal tanah.

‎”RR dalam kapasitasnya sebagai PPK tidak melakukan tanggung jawab untuk mengawal dan mengkaji pelaksanaan kontrak secara maksimal,” kata Bryan, didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Kepulauan Talaud Samuel Naibaho.

‎Menurut Bryan, penetapan Ronal merupakan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan sejak awal 2026.

‎Kejaksaan menilai PPK memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan kontrak pengadaan tanah, termasuk memastikan proses penilaian tanah berjalan sesuai ketentuan.

‎Ronal ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 16.30 WITA. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Ronal kemudian dibawa menuju Manado untuk menjalani penahanan.

‎Sekitar pukul 19.00 WITA, Ronal diberangkatkan menuju Rutan Kelas IIA Manado dengan didampingi tim Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kepulauan Talaud.

‎Ronal tiba sekitar pukul 19.30 WITA untuk menjalani proses administrasi penerimaan tahanan. Proses pemeriksaan administrasi tersebut selesai sekitar pukul 20.00 WITA.

‎Sebelumnya, Kejari Kepulauan Talaud telah menetapkan dan menahan empat tersangka lainnya dalam perkara tersebut. Mereka masing-masing berinisial RD, mantan Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Talaud; H, mantan Pelaksana Tugas Kepala Seksi Survei dan Pemetaan BPN Talaud; RK selaku pemilik tanah; serta MED, anggota Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

‎Kejaksaan masih mengembangkan penyidikan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam proses pengadaan tanah tersebut.

‎Kejari Kepulauan Talaud menyatakan kemungkinan adanya tersangka baru masih terbuka apabila penyidik menemukan alat bukti tambahan.

‎Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf j KUHP untuk dakwaan primer dan Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf c KUHP untuk dakwaan subsider.

‎Penetapan Ronal sebagai tersangka menambah jumlah pihak yang diproses hukum dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SPBU Mini di Melonguane Barat.

‎Penyidik Kejari Kepulauan Talaud masih melanjutkan proses penyidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. (*)

BACA JUGA  Wabup Murung Raya Apresiasi Pelatihan Satpam Gratis untuk Warga
Facebook Comments Box

Editor : Dolvin Rivai

Berita Terkait

Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan
Dinas PU Kabupaten Gorontalo Pacu Infrastruktur UMKM, Kesehatan dan Pariwisata di APBD-P 2026
Sentuh Tanahku Mudahkan Akses Informasi bagi Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan IN-Apps Digital Award 2026
Layanan Pengukuran Terjadwal Percepat Masyarakat Mendapatkan Peta Bidang Tanah
Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN
Bupati Gorontalo Tutup Open Turnamen Talaga Jaya Cup 2026, SDN 5 Keluar Sebagai Juara
Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari
Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 23:11

Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Senin, 14 September 2026 - 22:02

Dinas PU Kabupaten Gorontalo Pacu Infrastruktur UMKM, Kesehatan dan Pariwisata di APBD-P 2026

Senin, 14 September 2026 - 19:03

Sentuh Tanahku Mudahkan Akses Informasi bagi Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan IN-Apps Digital Award 2026

Minggu, 13 September 2026 - 20:23

Layanan Pengukuran Terjadwal Percepat Masyarakat Mendapatkan Peta Bidang Tanah

Minggu, 13 September 2026 - 19:15

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Berita Terbaru