Gibran Buka PENAS XVII di Gorontalo, Tegaskan Pentingnya Kemandirian Pangan

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

LIMBOTO, Asumsi.id — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, resmi membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di kawasan GORR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
‎
‎Pembukaan tersebut menandai dimulainya perhelatan nasional sektor pertanian dan perikanan yang akan berlangsung hingga 25 Juni 2026. Kegiatan ini mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan memperkuat pembangunan pangan nasional.
‎
‎Dalam sambutannya, Gibran menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
‎
‎“Kemandirian pangan adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden. Di tengah konflik geopolitik, perang dagang, dan perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain,” ujar Gibran.
‎
‎Menurutnya, pemerintah saat ini terus memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah tersebut mencakup perlindungan lahan produktif, penyediaan benih unggul, kemudahan akses pembiayaan, jaminan pasar hasil produksi, stabilisasi harga, penguatan sistem pergudangan, hingga perbaikan distribusi pupuk bersubsidi.
‎
‎Wapres juga mengapresiasi penyederhanaan regulasi pupuk yang dinilai memudahkan petani dalam memperoleh kebutuhan produksi. Selain itu, pemerintah terus mendorong revitalisasi dan pembangunan fasilitas produksi pupuk untuk menjaga ketersediaan pasokan nasional.
‎
‎Pada kesempatan itu, Gibran turut menyerap aspirasi yang disampaikan para petani dan nelayan. Beberapa persoalan yang mengemuka antara lain kebutuhan peningkatan infrastruktur irigasi, ketersediaan bahan bakar bagi nelayan, fasilitas pengering hasil panen, serta penguatan Rice Milling Unit (RMU).
‎
‎“Masalah-masalah yang disampaikan tadi agar segera ditindaklanjuti. Saya minta Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan seluruh pihak terkait untuk memberikan solusi secepatnya,” tegasnya.
‎
‎Ia menegaskan pemerintah akan terus mengawal berbagai program strategis di bidang pertanian dan perikanan guna mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
‎
‎Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai tuan rumah PENAS XVII oleh KTNA Nasional. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta akan mengikuti berbagai agenda seperti temu wicara, rembug utama, pameran pembangunan dan agribisnis, gelar teknologi, demonstrasi inovasi pertanian dan perikanan, studi lapangan, hingga promosi produk unggulan daerah.
‎
‎Pembukaan PENAS XVII turut dihadiri Menteri Pertanian RI, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, anggota DPR RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga pemerintah pusat.*

BACA JUGA  Pemkab Gorontalo Matangkan PENAS Petani Nelayan XVII 2026
Facebook Comments Box

Editor : Dolvin

Berita Terkait

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik
Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan
Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK
Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI
Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi
Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:07

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:43

Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:24

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:10

Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru