Gulir Untuk Melanjutkan Konten
BeritaBoltaraRegional

‎”Guru Tonggak Peradaban”, Fikri Gam Sampaikan Pesan Penting di Hari Guru Nasional

111
×

‎”Guru Tonggak Peradaban”, Fikri Gam Sampaikan Pesan Penting di Hari Guru Nasional

Sebarkan artikel ini

Boltara, Asumsi.id — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 25 November turut dirayakan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melalui upacara dan berbagai kegiatan di Kecamatan Bolangitang Timur. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Olahraga Bohabak Satu ini juga dihadiri Anggota DPRD Boltara, Fikri Gam, S.H.I, yang hadir memberikan apresiasi sekaligus pesan penting terkait peran guru dalam pembangunan bangsa.

‎Dalam keterangannya, Fikri menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis sebagai tonggak awal pendidikan dan penentu arah peradaban. Menurutnya, kualitas generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh ketulusan dan dedikasi para pendidik, terutama di era digital yang menuntut kompetensi dan karakter yang lebih kuat.

‎“Kunci peradaban adalah pendidikan, dan guru adalah sosok tonggak awal yang membangunnya. Dari tangan guru lahir generasi bangsa yang menjadi penerus masa depan negara,” ujar Fikri.

‎Sebagai anggota legislatif, ia menekankan pentingnya penguatan kebijakan yang menjamin kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik. Regulasi yang kuat, kata dia, menjadi syarat mutlak agar proses pendidikan dapat berjalan optimal.

‎Fikri juga menyoroti sejumlah kasus di mana guru harus berhadapan dengan hukum akibat tindakan pembinaan terhadap siswa di sekolah. Kondisi tersebut membuat sebagian guru ragu menegur atau mendisiplinkan siswa karena khawatir tersandung masalah hukum.

‎“Jika hal ini tidak diatur dengan regulasi yang tepat, guru tidak akan maksimal dalam menjalankan proses pendidikan. Bila dibiarkan, bagaimana mungkin kita menghasilkan pembelajaran yang baik?” tegasnya.

‎Ia menambahkan bahwa pemerintah dan legislatif memiliki peran penting dalam mendorong penguatan regulasi hingga tingkat pusat demi memastikan guru memiliki ruang aman dalam menjalankan tugasnya.

‎Mengakhiri pernyataannya, Fikri menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Indonesia.

‎“Apa yang kami dapatkan hari ini lahir dari ujung cambuk para guru di masa sekolah. Benar kata pepatah, ada emas di ujung cemeti,” tutupnya.*

BACA JUGA  Reforma Agraria Ubah Pola Pikir Warga Desa Baumata di Kabupaten Kupang, Hasilkan Peningkatan Penghasilan Petani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *