Ikuti Raker Bersama Komisi II DPR RI, Wabup Tonny Bahas Penataan PPPK dan Belanja Pegawai Daerah

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO, Asumsi.id – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, mengikuti Rapat Kerja (Raker), Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang diselenggarakan Komisi II DPR RI secara virtual melalui Zoom Meeting dari ruang kerjanya, Senin (8/6/2026).

Rapat tersebut menghadirkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), serta para bupati, dan wali kota se-Indonesia.
Pertemuan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait berbagai isu pemerintahan, kepegawaian, dan pengelolaan keuangan daerah.

Dalam rapat tersebut, Komisi II DPR RI membahas sejumlah agenda penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah, antara lain penataan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga non-ASN, relaksasi kebijakan belanja pegawai daerah, serta penyusunan regulasi bagi daerah yang proporsi belanja pegawainya masih berada di atas 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

BACA JUGA  Pemkab Gorontalo Salurkan 971 Voucher BBM Gratis untuk Pengemudi Bentor Jelang PENAS KTNA XVII

Wakil Bupati Tonny S. Junus menilai pembahasan tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan upaya pemerintah daerah dalam menata sumber daya aparatur secara berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan pengelolaan keuangan daerah agar tetap mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyambut baik langkah pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan yang memberikan kepastian bagi daerah, khususnya terkait penataan aparatur dan penguatan tata kelola pemerintahan. Kami terus berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui koordinasi, komunikasi, dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujar Tonny.

Ia berharap kebijakan yang dihasilkan dari pembahasan tersebut dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi daerah, terutama dalam penataan tenaga non-ASN, pengangkatan PPPK, serta pengelolaan belanja pegawai yang tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah.

BACA JUGA  ‎Dari Pinogaluman, Sirajudin Lasena Canangkan HUT Boltara dan Kick Off Bupati Cup

Dalam rapat tersebut, Komisi II DPR RI bersama pemerintah menyepakati sejumlah poin penting. Di antaranya mendukung penerapan masa transisi terhadap ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari APBD sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD). Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Komisi II DPR RI juga menegaskan bahwa PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, yang telah diangkat melalui kebijakan penataan tenaga non-ASN tidak boleh diberhentikan akibat keterbatasan fiskal daerah maupun penerapan batas maksimal belanja pegawai. Selain itu, Kementerian PANRB didorong untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen ASN guna memberikan kepastian terkait masa kerja, jenjang karier, kesejahteraan, dan perlindungan sosial bagi ASN.

BACA JUGA  Wabup Aditya Launching SPPG Boroko, Dorong Peningkatan SDM dan Penurunan Stunting

Tidak hanya itu, Komisi II DPR RI juga mendorong Kementerian Dalam Negeri berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun-tahun mendatang guna memperkuat kapasitas fiskal daerah. Dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, khususnya bagi PPPK dan PPPK Paruh Waktu di sektor kesehatan dan pendidikan, juga menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut.

Melalui keikutsertaannya dalam rapat ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap berbagai kebijakan yang akan dirumuskan pemerintah pusat dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (“)

Facebook Comments Box

Penulis : Itan

Editor : Dolvin

Berita Terkait

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52

‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Berita Terbaru