Kegiatan Parenting Dan Sosialisasi Program Sekolah SMP Negeri 6 Pemalang

Sabtu, 7 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, Asumsi.id – Parenting Class atau kelas orangtua merupakan wadah bagi orang tua atau wali murid, untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam pola mendidik anak, Guna mewujudkan hal itu, SMP Negeri 6 Pemalang adakan kegiatan parenting Class pada Sabtu (7/9 )

Hadir dalam Kegiatan yang juga bertujuan membangun sinergi antara sekolah siswa dan orangtua ini, Purwaningsih S.Pd,Mpd sebagai pemberi materi kegiatan sekaligus merupakan kepala sekolah SMP negeri 6 Pemalang.

Dalam paparannya Purwaningsih mengatakan, parenting Class dengan tema Menyiapkan generasi emas dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia di SMP Negeri 06 Pemalang ini, bertujuan membangun sinergi antara sekolah, siswa dan orangtua.

Hadir dalam Kegiatan tersebut, Para orangtua dari siswa kelas 7, 8, dan 9, bertempat di Mushola SMP N 06 Pemalang, Dalam materi paparannya, Kepala sekolah ,menyampaikan beberapa hal terkait dengan bagaimana langkah efektif dalam mensinergikan antara sekolah,siswa dan orangtua dalam dunia pendidikan.

BACA JUGA  SPMB 2025: Pemerintah Jamin Proses Adil dan Transparan

“Para orang tua murid dari dari semua kelas nantinya, secara terjadwal akan diberikan materi dari masing masing bagian di sekolah,” terang Purwaningsih kepada wartawan.

Parenting merupakan metode yang tepat bagi orang tua dalam pembentukan karakter anak. Parenting bukan hanya sekedar mengasuh anak, namun orang tua harus mendidik, membimbing, dan melindungi setiap perkembangan anak. Tujuan parenting adalah meningkatkan kesadaran orang tua bahwa mengasuh anak perlu pengetahuan dan tidak boleh sembarangan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam hal pengasuhan, mempertemukan kepentingan dan keinginan antara pihak keluarga dan pihak sekolah.

Mengupas masalah pada anak untuk usia sekolah Menengah lebih banyak pada persoalan sikap seperti susah diatur, ngeyel, malas belajar, Atau bisa jadi persoalan kecanduan media seperti game, media sosial, bahkan hingga pornografi. Atau juga menyangkut pergaulan, seperti bullying, ketertarikan lawan jenis, peer group. Permasalahan tersebut muncul sangat dipengaruhi dengan lingkungan, pergaulan, atau pola asuh orang tua. Yang paling penting pertama kali harus dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab masalah itu muncul.

BACA JUGA  PERHIPTANI Rumuskan Langkah Percepat Swasembada Pangan di PENAS KTNA XVII

Terkait permasalahan belajar, anak merasa jenuh, malas belajar, materi pelajaran lupa bisa diidentifikasi dahulu dengan lingkungan dan saat anak menjalani proses belajar. Bentuk pembelajaran yang hanya melulu di kelas dengan banyak menghafal materi tentu bisa jadi sumber kejenuhan. Pergaulan siswa yang sudah menampakkan kecenderungan peer group sehingga pilihan teman yang nyaman menjadi kecenderungan pilihan. Bagi siswa yang mempunyai kuasa lebih untuk memaksa teman lainnya untuk melakukan sesuai yang diinginkannya bisa jadi menjadi sumber bullying yang bisa mengganggu proses belajar. Daya tarik gadget, TV dan konsistensi orang tua dalam mengatur pengunaannya menjadi sebab lain aktivitas belajar menjadi tidak stabil.

Masing-masing harus diurai dengan melibatkan pihak-pihak yang bersangkutan. Di sekolah, guru yang mengajar menjadi mitra konsultasi penyelesaian masalah anak. Di rumah, pasangan suami-istri, anggota keluarga lain harus kompak dengan kesepakatan untuk mendukung proses belajar yang baik.

BACA JUGA  Sarapan Dan Olahraga Pagi Apakah Penting Bagi Pelajar? Ini Jawabannya

Menjadi orang tua adalah pekerjaan yang tidak bisa setiap orang untuk resign, mengundurkan diri. Buktinya sudah menjadi orang tua dengan karunia anak yang menjadi amanah dari Allah. (Ragil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Gorontalo Tutup Open Turnamen Talaga Jaya Cup 2026, SDN 5 Keluar Sebagai Juara
Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global
Mentan Amran Copot Manajer Pupuk Banggai, Petani Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi
LP2B Jatim Lampaui Target, Menteri Nusron Minta Pemda Segera Integrasikan ke dalam RTRW
Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan di Kantah Kabupaten Bogor I Tetap Berjalan Normal Pascapenyidikan Kepolisian
Pemkab Gorontalo Gandeng Yayasan Perisa, Dorong Semua Anak Muslim Bisa Berbahasa Arab
Yayasan Suara Utama Indonesia Resmi Berbadan Hukum, Siap Perkuat Profesionalisme Media
‎Kecamatan Tibawa Jadi Pusat Inovasi “Lebe Gacor”, Bupati Gorontalo Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Stunting

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 00:15

Bupati Gorontalo Tutup Open Turnamen Talaga Jaya Cup 2026, SDN 5 Keluar Sebagai Juara

Sabtu, 12 September 2026 - 20:00

Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

Jumat, 11 September 2026 - 23:01

Mentan Amran Copot Manajer Pupuk Banggai, Petani Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Jumat, 11 September 2026 - 21:25

LP2B Jatim Lampaui Target, Menteri Nusron Minta Pemda Segera Integrasikan ke dalam RTRW

Jumat, 11 September 2026 - 21:19

Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan di Kantah Kabupaten Bogor I Tetap Berjalan Normal Pascapenyidikan Kepolisian

Berita Terbaru