GORONTALO, Asumsi.id – Sebanyak 38 peserta kontingen asal Jawa Tengah tiba di Kelurahan Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, untuk mengikuti rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.
Kedatangan rombongan disambut masyarakat setempat yang telah menyiapkan sembilan rumah warga sebagai lokasi pemondokan selama kegiatan berlangsung. Kontingen Jawa Tengah sendiri berjumlah 63 orang yang terdiri dari petani peserta utama dan perwakilan instansi terkait.
Kedatangan peserta dilakukan secara bertahap karena keterbatasan jadwal serta kapasitas penerbangan menuju Gorontalo.
“Hari ini baru 38 orang yang tiba. Total peserta dari Jawa Tengah ada 63 orang. Nanti akan menyusul lagi Sisahnya untuk mengikuti kegiatan lainnya,” ujar Hardiyono, Wakil Ketua KTNA Provinsi Jawa Tengah, kepada media ini, Kamis (18/6/2026).
Setelah tiba di Biyonga, para peserta langsung meninjau lingkungan tempat tinggal yang telah disiapkan warga. Sambutan hangat masyarakat dan suasana yang nyaman membuat rombongan merasa diterima dengan baik.
Hardiyono mengaku memiliki kesan positif terhadap penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo. Menurutnya, meski telah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa di berbagai daerah, Gorontalo memberikan pengalaman yang berbeda.
“Saya jujur belum pernah ke Gorontalo. Tapi yang jelas, orang-orangnya ramah. Situasi dan kondisinya cukup nyaman. Saya sudah mengikuti PENAS enam kali, dan menurut saya yang paling bagus adalah Gorontalo,” ungkapnya.
Kesan tersebut, lanjut Hardiyono, sudah dirasakan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo.
”Mulai dari penyambutan di bandara saja luar biasa. Sangat respek sekali. Paling tidak nanti ketika pulang ke Jawa, kami membawa kenangan yang indah dari Gorontalo,” katanya.
Selain mengikuti agenda utama PENAS XVII, kontingen Jawa Tengah juga dijadwalkan ambil bagian dalam sejumlah kegiatan dan perlombaan, di antaranya Lomba Paduan Suara Nusantara, Lomba Cerdas Cermat, serta Temu Karya yang menjadi wadah bagi petani untuk menampilkan berbagai inovasi dan hasil karya mereka.
Sementara itu, Lurah Biyonga, Herson M. Hasan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi pemondokan peserta dari Jawa Tengah.
”Atas nama pemerintah dan masyarakat Kelurahan Biyonga, kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih Kelurahan Biyonga sebagai tempat tinggal selama pelaksanaan PENAS XVII. Ini merupakan kehormatan bagi kami. Semoga para peserta merasa nyaman, betah, dan dapat merasakan keramahan masyarakat Biyonga,” ujar Herson.
Selama proses kedatangan hingga pemondokan, kontingen Jawa Tengah turut didampingi Liaison Officer (LO) dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo yang dipimpin Sekretaris Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Iskandar, S.Sos.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memastikan seluruh peserta PENAS XVII memperoleh pelayanan yang optimal, mulai dari kedatangan, penempatan pemondokan, hingga mengikuti seluruh agenda kegiatan yang telah dijadwalkan.(*)
Editor : Dolvin








