LIMBOTO, Asumsi.id — Di balik kemeriahan dan gaung besar pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVII tahun 2026, ada perjuangan panjang yang dinakhodai oleh satu sosok penting. Sosok tersebut adalah Bupati Gorontalo (2016-2021- 2021-2025), Nelson Pomalingo, yang sejak awal gigih memperjuangkan agar Provinsi Gorontalo terpilih sebagai pusat bertemunya para petani dan nelayan se-Indonesia.
Dilansir dari Antaranews.com, langkah awal diplomasi ini dimulai ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo menyatakan kesiapan penuhnya untuk memikul tanggung jawab sebagai tuan rumah ajang nasional bergengsi tersebut.
Keseriusan ini ditegaskan langsung oleh Nelson Pomalingo usai menerima kunjungan resmi dari Tim KTNA Nasional ke-XVII di Rumah Dinas Bupati, Limboto.(6-Agustus-2023)
”Gorontalo siap menjadi tuan rumah dan menyukseskan Penas KTNA XVII,” ujar Nelson saat itu, optimistis.
Perjuangan Nelson membawa Penas KTNA ke tanah Gorontalo bukanlah perkara mudah. Gorontalo harus bersaing ketat dengan sejumlah provinsi besar yang juga memiliki potensi pertanian dan kelautan luar biasa.
Beberapa daerah yang masuk dalam bursa kandidat kuat saat itu antara lain:
Sumatra Selatan
Lampung
Bangka Belitung
Provinsi Gorontalo
Meski harus berhadapan dengan provinsi-provinsi besar di Sumatra, Nelson Pomalingo berhasil meyakinkan Tim KTNA Nasional bahwa Gorontalo—khususnya Kabupaten Gorontalo—memiliki kapasitas, infrastruktur, serta komitmen yang kuat untuk menyelenggarakan acara berskala masif ini.
Kini, kerja keras dan komitmen yang dirintis sejak masa kepemimpinannya tersebut berbuah manis, menjadikan Gorontalo sebagai pusat perhatian sektor agraris dan maritim tingkat nasional pada tahun 2026.
Penulis : Itan









