Polda Gorontalo Ungkap Kasus Transaksi Fiktif di BRI Unit Wonosari, Kerugian Capai Rp1,34 Miliar

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo, Asumsi.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo berhasil mengungkap kasus dugaan transaksi fiktif yang terjadi di Bank BRI Unit Wonosari Cabang Limboto, Kabupaten Gorontalo, dengan total kerugian mencapai Rp1,34 miliar.

Hal ini dijelaskan langsung di hadapan awak media saat pelaksanaan press conference yang digelar di Bid Humas Polda Gorontalo, yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro A.P., S.I.K., M.T., didampingi oleh Dirkrimsus Polda Gorontalo Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., dan Ipda Yahya Bodelo, S.H., M.H., selaku Panit Subdit II Fismondev, pada Kamis (13/11).

Kasus tersebut melibatkan dua orang pegawai bank masing-masing berinisial IT, selaku mantri BRI Unit Wonosari, dan MRYT, yang bertugas sebagai teller. Kedua pelaku diduga melakukan transaksi penyetoran dana tanpa uang fisik (setor tunai fiktif) sebanyak enam kali ke rekening pihak ketiga.

BACA JUGA  Marten Basaur Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Oknum Penyidik Polda Gorontalo ke Propam

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku IT dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai pihak dari perusahaan e-commerce dan menawarkan hadiah serta keuntungan investasi. Pelaku kemudian diarahkan untuk melakukan beberapa kali transfer dana melalui sistem internal bank guna memenuhi persyaratan program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, pelaku IT bekerja sama dengan teller MRYT untuk memproses transaksi pemindahbukuan dana tanpa disertai uang fisik. Seluruh transaksi tersebut tercatat sah di sistem, namun setelah dilakukan audit dan pengecekan ulang, diketahui bahwa tidak ada uang tunai yang masuk.

Akibat tindakan tersebut, pihak Bank BRI mengalami kerugian senilai Rp1.347.000.000, yang bersumber dari enam transaksi fiktif yang dilakukan pada rentang waktu bulan Juni hingga Juli 2024.

BACA JUGA  Pemkab Gorontalo Gandeng BRI, Digitalisasi Pembayaran Retribusi Pasar Dimulai

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) huruf a, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam kegiatan perbankan yang mengakibatkan kerugian finansial bagi pihak bank.

“Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan sistem keuangan perbankan. Kami akan terus melakukan penyidikan secara profesional dan transparan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapnya.

Polda Gorontalo juga mengimbau kepada seluruh lembaga keuangan agar meningkatkan pengawasan internal, khususnya dalam transaksi pemindahbukuan dan penggunaan aplikasi perbankan internal, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

BACA JUGA  Penutupan MTQ Ke-XXX Tingkat Provinsi Sulut

Selain itu, pihak Bank BRI telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperkuat sistem keamanan transaksi dan menindaklanjuti hasil audit internal sebagai langkah perbaikan ke depan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya integritas, kehati-hatian, dan kepatuhan terhadap standar operasional dalam setiap kegiatan perbankan,” tambahnya.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik
Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan
Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK
Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI
Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi
Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:07

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:43

Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:24

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:10

Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru