Tinjau Teknologi Pertanian Modern di PENAS XVII, Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO, Asumsi.id – Presiden RI, Prabowo Subianto, meninjau penerapan Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi dalam rangkaian Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Peninjauan tersebut menampilkan berbagai inovasi di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga teknologi pendukung yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengapresiasi perkembangan teknologi dan inovasi yang terus dikembangkan di sektor pertanian. Pemanfaatan teknologi modern dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pangan nasional.

Menurut Presiden, kemajuan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Polres Ponorogo Amankan Suran Agung, Kawal Pesilat ke Madiun

Optimisme terhadap masa depan pertanian Indonesia juga mengemuka dalam kunjungan tersebut. Dengan dukungan inovasi yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai negara agraris sekaligus menjadi salah satu lumbung pangan dunia.

Pemerintah pun terus memperkuat rantai produksi pangan melalui strategi intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian nasional.

Selain itu, penerapan teknologi pertanian modern akan terus diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan, mulai dari tingkat desa hingga nasional.

PENAS Petani dan Nelayan XVII menjadi ajang bagi petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah untuk berbagi inovasi serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan sektor pangan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.(*)

BACA JUGA  ‎Wartawan Binadow.com Mengaku Diintimidasi Saat Liput Kebakaran DPMPTSP Boltara
Facebook Comments Box

Berita Terkait

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto
Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan
‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda
‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana
Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran
‎Bumi Perkemahan Bongohulawa Bergemuruh: Ratusan Pramuka Penegak Gorontalo Awali Petualangan di Kemah Satya Tunas 2026
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Menaker Paparkan Penguatan Regulasi Pelindungan Pekerja di Forum Asia Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01

800 Pramuka Penegak se-Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas 2026 di Limboto

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13

Kantor Pertanahan Boltara Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan dan Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:12

‎Kapolres Boltara Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52

‎Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Sekda Boltara Serahkan Bansos Pendidikan dan Bencana

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

Tonny Junus: Penanggulangan Kemiskinan Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Berita Terbaru