UNBITA Gorontalo Gelar Kuliah Umum, Tanamkan Nilai Budaya dan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo, Asumsi.id – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo membuka tahun akademik baru dengan menggelar kuliah umum yang menghadirkan Ketua Dewan Adat Gorontalo, Alim Niode, sebagai narasumber. Pada kesempatan ini, tema yang diangkat ialah “Merajut Kebudayaan, Demokrasi, dan Kebangsaan: Tantangan Pendidikan dan Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045.”

Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pilihan tema yang menekankan pada adat dan kebudayaan dimaksudkan untuk menanamkan nilai luhur kepada mahasiswa. Ia menegaskan, UNBITA tidak hanya fokus mencetak mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang beradab, beretika, dan memiliki kepedulian sosial.
“Melihat kondisi bangsa dan daerah saat ini, mahasiswa perlu dibekali karakter yang kuat. Mereka bukan hanya harus pintar, tetapi juga beradab dan bertanggung jawab terhadap masyarakat,” ungkap Dr. Ellys.

BACA JUGA  Wakili Bupati, Sekda Sugondo Hadiri Muscab Ke-10 PPP KabupateN Gorontalo

Menurutnya, budaya merupakan cerminan dari pikiran, ide, dan perilaku manusia. Karena itu, perguruan tinggi dituntut menjunjung tinggi nilai budaya sebagai fondasi pembentukan karakter mahasiswa. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar berani mengemukakan pendapat dengan cara yang santun, tanpa sikap radikal maupun tindakan kekerasan.
“Kami ingin mahasiswa belajar melihat, mendengar, dan berpikir dengan hati sebelum bertindak. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh sebagai pribadi yang etis, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi bangsa,” tambahnya.

Dr. Ellys menegaskan, melalui kuliah umum ini UNBITA berupaya memberikan pemahaman bahwa pendidikan bukan sekadar menambah ilmu pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter agar mahasiswa mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan budaya serta identitas kebangsaan.

BACA JUGA  Dies Natalis UNBITA Gorontalo dan Reuni Akbar "Nostalgia Kampus Biru"

Sementara itu, Alim Niode dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Ia menilai, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 sangat membutuhkan kaum muda yang berintegritas, menjunjung tinggi nilai adat dan budaya, serta memiliki komitmen terhadap demokrasi dan kebangsaan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Resmi Ditutup, Plt Bupati Aditya Pontoh Harap Boltara Art Fest Jadi Agenda Tahunan
PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang
‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo
Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas
Jusnan Mokoginta Kembali Pimpin Percasi Boltara Periode 2026–2030
Kementerian ATR/BPN Catat Redistribusi Tanah 4,39 Juta Hektare dalam Pelaksanaan Reforma Agraria
Hampir Dua Tahun Berjalan, Navigasi Iman Jadi Gerakan Memakmurkan Masjid di Kabupaten Gorontalo 

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 00:46

Resmi Ditutup, Plt Bupati Aditya Pontoh Harap Boltara Art Fest Jadi Agenda Tahunan

Minggu, 8 November 2026 - 00:11

PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang

Sabtu, 7 November 2026 - 23:04

‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo

Sabtu, 7 November 2026 - 12:39

Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63

Sabtu, 7 November 2026 - 11:59

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Berita Terbaru