Boltara, Asumsi.id – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Mohammad Aditya Pontoh, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2025–2029 yang digelar oleh Bapelitbangda. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pohohimbunga Bapelitbangda Kabupaten Boltara.
Dalam sambutannya, Wabup Aditya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan FGD yang dinilainya sangat penting dan strategis dalam membangun komitmen bersama untuk mewujudkan program penanggulangan kemiskinan yang terkoordinasi, sinergis, dan terpadu.
Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor guna mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Boltara.

Wabup juga menyebutkan bahwa persoalan kemiskinan merupakan isu prioritas baik di tingkat nasional maupun daerah. Karena itu, melalui FGD ini, ia berharap seluruh peserta dapat:
1. Menganalisis akar permasalahan kemiskinan daerah secara mendalam, baik struktural maupun kultural.
2. Mengintegrasikan berbagai program dan kegiatan agar tidak tumpang tindih dan lebih tepat sasaran.
3. Memperkuat basis data terpadu untuk memastikan intervensi yang akurat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
4. Menghasilkan rekomendasi kebijakan yang inovatif, implementatif, dan relevan dengan kebutuhan daerah.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 angka kemiskinan di Kabupaten Boltara tercatat berada pada level 7,15% dari total 88.002 jiwa. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,73% atau sekitar 570 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tidak boleh berhenti pada tataran wacana, melainkan membutuhkan percepatan, inovasi, dan keterlibatan semua pihak secara terintegrasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut: Wabup Boltara ke-3 Drs. H. Amin Lasena, MAP., Asisten Bidang Administrasi Umum, Dr. Hi. Abdul Nazarudin Maloho, Kaban Bapelitbangda Aroman Talibo, Kepala Kantor Pertanahan Musadia, Kepala BPS, pimpinan OPD, pimpinan Bank SulutGo, serta Tim Ahli.*













