Halteng, Asumsi.id – Aksi penutupan jalan terjadi di Desa Trans Kobe, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), pada Kamis (30/10/2025). Warga menutup jalur utama desa sebagai bentuk protes terhadap maraknya pembuangan sampah sembarangan yang diduga dilakukan oleh sejumlah karyawan tambang yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Empat warga Desa Trans Kobe melakukan pemalangan jalan untuk memberi peringatan kepada para karyawan serta penghuni kos dan penginapan agar tidak lagi membuang sampah di pinggir jalan. Aksi tersebut sempat memicu adu mulut antara warga dengan beberapa karyawan yang hendak berangkat maupun pulang kerja.
Warga menilai, imbauan Pemerintah Daerah Halteng terkait penertiban pembuangan sampah belum sepenuhnya diindahkan. Mereka berharap kesadaran menjaga kebersihan dapat tumbuh di kalangan masyarakat dan pekerja tambang.
“Kami berharap semua pihak, terutama pemilik kos dan penginapan di sekitar tambang, ikut menjaga kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan. Ini demi kebaikan bersama,” ujar salah satu warga Trans Kobe, yang tak ingin disebutkan namanya.
Sebelumnya, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan, saat memimpin Gerakan Jumat Bersih di sejumlah titik strategis wilayah Kota Weda, Jumat (11/4/2025).
“Gerakan ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Bupati Ikram.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halteng, Rivani A. Rajak, berharap gerakan tersebut dapat menjadi pemicu terbentuknya budaya bersih dan sehat di masyarakat.
“Tujuannya bagaimana membangun kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta menciptakan kondisi Kota Weda yang bersih, indah, dan nyaman,” ungkap Rivani, dikutip dari laman pojokmalut.com.
Warga berharap insiden seperti di Desa Trans Kobe tidak lagi terulang, dan kesadaran kolektif menjaga kebersihan bisa tumbuh di seluruh wilayah Halteng.*










