‎Banggar DPRD Boltara Dorong APBD 2026 Tetap Pro Rakyat di Tengah Pengurangan TKD

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boltara, Asumsi.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Mardan Umar, menyampaikan bahwa pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berjalan sejak Senin 6 Oktober 2025.

‎“Alhamdulillah, giat kita minggu ini masih fokus pada pembahasan KUA-PPAS 2026 dan berjalan dengan baik antara Banggar dan TAPD,” ujar Mardan, Selasa (7/10).

‎Ia menjelaskan, dalam pembahasan tersebut terdapat sejumlah catatan penting, terutama terkait pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp110 miliar pada tahun 2026.

‎Menurut Mardan, kondisi ini berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam memenuhi sejumlah urusan mandatory dan program prioritas.

‎“Dengan adanya pengurangan TKD, sudah bisa dipastikan beberapa urusan yang menjadi mandatory belum bisa dipenuhi baik dari sisi persentase maupun programnya. Sedangkan untuk urusan pilihan juga belum dapat terlaksana karena struktur APBD kita masih bergantung pada dana transfer pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum mampu menopang secara mandiri,” jelasnya.

‎Meski demikian, Banggar DPRD memberikan masukan kepada TAPD agar tetap memprioritaskan urusan mandatory dan memastikan bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, APBD 2026 benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

‎Politisi PKB Bolltara itu, Mardan Umar menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk terus mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah, sehingga secara bertahap dapat meningkatkan PAD Boltara.

‎“Kita semua berharap, pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan pengurangan TKD tahun 2026 dengan mempertimbangkan aspek pengelolaan keuangan daerah di tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Boltara termasuk salah satu daerah yang mampu mengelola keuangan dengan baik, terbukti dengan raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak delapan kali berturut-turut,” pungkasnya.*

Facebook Comments Box
BACA JUGA  ‎Dua Pemuda Bersenjata Tajam Diamankan Team Tarsius Presisi di Bitung

Berita Terkait

Harganas ke-33, Murung Raya Perkuat Peran Keluarga dalam Pembangunan Daerah
Boltara Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut dari BPK RI
Murung Raya Raih WTP Lagi dari BPK untuk LKPD 2025
Semarak Iduladha 1447 H, Menteri Nusron Salurkan Hewan Kurban ke Pondok Pesantren Attaqwa
Mengenal Asas Kontradiktur Delimitasi, Kunci Kepastian Batas Bidang Tanah
‎Pulang ke Gorontalo, Syafrin Liputo Disambut Prosesi Adat Mopotilolo
Kemnaker Matangkan Persiapan Delegasi Tripartit Indonesia Jelang ILC ke-114
Peringati Idul Adha 1447 H, BTM Masjid Agung Baiturrahman Boroko Potong 2 Ekor Sapi Bantuan Pemerintah Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:18

Harganas ke-33, Murung Raya Perkuat Peran Keluarga dalam Pembangunan Daerah

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:15

Boltara Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut dari BPK RI

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:50

Murung Raya Raih WTP Lagi dari BPK untuk LKPD 2025

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:31

Semarak Iduladha 1447 H, Menteri Nusron Salurkan Hewan Kurban ke Pondok Pesantren Attaqwa

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:15

Mengenal Asas Kontradiktur Delimitasi, Kunci Kepastian Batas Bidang Tanah

Berita Terbaru

Berita

Murung Raya Raih WTP Lagi dari BPK untuk LKPD 2025

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:50