LIMBOTO, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, langkah transformasi sektor pertanian kini diarahkan pada pengembangan komoditas bernilai ekspor melalui pembangunan Rumah Produksi Nilam di kawasan Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Minggu (31/5/2026).
Peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Sofyan Puhi menjadi penanda dimulainya era baru pengembangan industri atsiri di Kabupaten Gorontalo. Nilam yang selama ini dikenal sebagai salah satu bahan baku utama industri parfum, kosmetik, dan farmasi dunia, diproyeksikan menjadi komoditas unggulan baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari desa hingga pasar global.
Pembangunan Rumah Produksi Nilam merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Koperasi Infinity Alam Lestari. Program ini tidak hanya berorientasi pada budidaya tanaman nilam, tetapi juga menitikberatkan pada hilirisasi produk agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar melalui proses pengolahan dan pemasaran.
“Selama ini petani lebih banyak menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Melalui Rumah Produksi Nilam, kita ingin menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Nilam memiliki prospek yang sangat menjanjikan dan pasar yang luas hingga mancanegara,” ujar Sofyan Puhi.
Menurutnya, pengembangan nilam menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam melakukan diversifikasi ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian. Dengan dukungan kelembagaan koperasi, teknologi pengolahan, dan akses pasar yang semakin terbuka, Kabupaten Gorontalo diyakini memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra penghasil minyak nilam berkualitas di Indonesia.
Lebih jauh, hasil produksi nilam Gorontalo juga akan diperkenalkan pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya promosi dan perluasan jejaring pasar. Langkah ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah kepada investor dan pelaku industri nasional.
Pembangunan Rumah Produksi Nilam sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendorong transformasi pertanian dari sektor produksi menuju industri berbasis nilai tambah. Dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki, Gorontalo tidak hanya memperkuat identitasnya sebagai daerah agraris, tetapi juga mulai menempatkan diri sebagai daerah yang siap bersaing dalam rantai pasok industri atsiri nasional dan pasar ekspor dunia.
Dari Bongohulawa, harapan baru itu mulai ditanam. Bukan sekadar membangun sebuah rumah produksi, tetapi membangun masa depan ekonomi daerah yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing global.*










