Buku Perpusnas Gampong di Aceh Timur Diduga Hanya Menggerogoti Dana Desa

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asumsi.id — Dugaan penggerogotan Dana Desa tahun Anggaran 2025 kembali terjadi di Kabupaten Aceh Timur, salah satunya itemnya Pengadaan Buku Pustaka Nasional dengan anggaran mencapai Rp. 5.500.000 per desa.

Hal tersebut mendapat sorotan dari berbagai pihak, dimana pengadaan buku tersebut bukan merupakan urgensi di desa.

Pemerhati sosial Galuh Tri Wahyuni yang juga Pengurus Markas Wilayah L-KPK Aceh Timur mengatakan bahwa pengadaan buku pustaka nasional itu tidak penting di desa.

“Jika memperhatikan desa desa di Kabupaten Aceh Timur, hanya segelintir desa yang mempunyai gedung perpustakaan, jadi untuk apa buku tersebut? Hanya menggerogoti Dana Desa saja, mubazir,” ketusnya. Rabu, 9 April 2025.

Menurutnya, jika gedung perpustakaan tidak ada, buku tersebut akan menumpuk.

BACA JUGA  ‎Christiany Eugenia Paruntu Tiba di Pantai Batu Pinagut, Lakukan Konsolidasi dengan Golkar Boltara

“Rp. 5.500.000 per desa itu bukan uang yang sedikit, dan jika semua desa di Aceh Timur menganggarkan, anggarannya bisa mencapai Rp 2,8 miliar, sangat fantastis, oleh karena itu, kami meminta Pemkab Aceh Timur khususnya Bupati Iskandar Usman Al Farlaky untuk meninjau kembali program tersebut, jangan sampai ada pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari Dana Desa, kita juga akan segera menyurati Kementerian Desa PDTT juga Presiden Prabowo Subianto Terkait hal itu,” ungkapnya.

Anehnya lagi, lanjut Galuh, “Buku yang diberikan pun terdiri dari : Jago Baca Tulis 4 buah, Cut Nyak Dhien 4 buah, Sultan Iskandar Muda 4 buah, Teuku Umar 6 buah, Budidaya Jagung 5 buah, Budidaya Kangkung 5 buah, Kita Sukses Beternak Burung Puyuh 5 buah, Buku Anak (Aku Bisa) 5 lusin, Budidaya Jeruk Nipis 5 buah, Menulis Super Cepat 4 buah, Membaca Super Cepat 4 buah, Menghitung Super Cepat 5 buah, dan Buku Persiapan Masuk SD 4 buah,” jelasnya lagi.

BACA JUGA  Berkah Ramadhan 2025, IPJT Kembali Santuni Yatim Beserta Piatu

“Dan berdasarkan hasil penelusuran di marketplace, ke semua buku-buku tersebut jika ditotalkan hanya berkisar Rp. 2.219.000 – Rp. 2.300.000 saja,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran media ini di beberapa Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur, hampir semua desa menganggarkan Rp. 5.500.000 untuk pengadaan buku pustaka nasional. *

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kantor Pertanahan dan Dinas Perkimtan Boltara Koordinasi Penataan Ulang Tanah Eks-HGU
LABB KEBUT, Kejari Boltara Antar Barang Bukti Langsung ke Warga
Aditya Pontoh Terima BPJS Kesehatan, Boltara Targetkan Tambahan 7.000 Peserta
Buka Dialog Kebangsaan 2026, Wabup Tonny Junus Tekankan Aktualisasi Nilai Pancasila
Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan
‎PMII Ngawi Bersama CBP-KPP dan Yayasan Bhakti Insan Cendekia Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Sofyan Puhi Ungkap Dua Kali Menolak Gelar Pulanga: Adat Adalah Amanah dan Pengingat bagi Pemimpin

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:53

Kantor Pertanahan dan Dinas Perkimtan Boltara Koordinasi Penataan Ulang Tanah Eks-HGU

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:44

LABB KEBUT, Kejari Boltara Antar Barang Bukti Langsung ke Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:32

Aditya Pontoh Terima BPJS Kesehatan, Boltara Targetkan Tambahan 7.000 Peserta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:07

Buka Dialog Kebangsaan 2026, Wabup Tonny Junus Tekankan Aktualisasi Nilai Pancasila

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:45

Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah

Berita Terbaru