JAKARTA, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menegaskan kelasnya di panggung nasional. Dengan capaian cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menembus 95,8 persen, Pemkab Gorontalo resmi menyabet Universal Health Coverage (UHC) Award dari BPJS Kesehatan sebuah penghargaan bergengsi bagi daerah yang dinilai paling konsisten dan disiplin menjamin hak dasar kesehatan warganya.
Penghargaan prestisius tersebut diterima langsung oleh Tonny S. Junus, pada rangkaian penandatanganan Naskah Kesepakatan (NK) dan Rencana Kerja (RK) Program JKN Tahun 2026, Kamis (18/12/2025), di Aston Kemayoran City Hotel.
Wakil Bupati Tonny hadir didampingi Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Kepala Dinas Kesehatan Ismail Akaseh, Kepala BKAD Hariyanto Manan, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Indriyanti S. Bouta, SSTP., M.Si. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut mencerminkan soliditas dan keseriusan Pemkab Gorontalo dalam menjaga keberlanjutan program strategis nasional bidang kesehatan.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan Kabupaten Gorontalo sebagai daerah dengan status UHC Prioritas, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga diperhitungkan secara nasional. Konsistensi pembayaran iuran, tata kelola pembiayaan yang disiplin, serta komitmen politik anggaran menjadi faktor kunci keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, ini bukan sekadar piagam penghargaan, melainkan pengakuan nasional atas kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Iuran JKN lunas, status UHC terjaga. Ini prestasi strategis yang wajib dipertahankan dan ditingkatkan,” tegas Wakil Bupati Tonny S. Junus.
Ia menambahkan, Pemkab Gorontalo akan terus mengonsolidasikan seluruh perangkat daerah guna memastikan keberlanjutan Program JKN, sekaligus mendorong peningkatan mutu dan pemerataan layanan kesehatan.
“Penghargaan dari BPJS Kesehatan ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Gorontalo, dr. Diane Kaunang, mengungkapkan bahwa hingga 1 Desember 2025, Pemkab Gorontalo telah menanggung iuran JKN bagi 84.575 jiwa penduduk yang terdaftar sebagai peserta PBPU Pemda.
“Jumlah tersebut setara dengan 19,84 persen dari total penduduk Kabupaten Gorontalo sebanyak 426.140 jiwa. Secara keseluruhan, peserta JKN aktif lintas segmen mencapai 408.188 jiwa atau 95,8 persen angka yang sangat tinggi, bahkan di level nasional,” jelasnya.
Capaian ini mengukuhkan Kabupaten Gorontalo sebagai daerah dengan cakupan JKN tertinggi di Provinsi Gorontalo, sekaligus menempatkannya dalam jajaran daerah nasional paling progresif dalam mewujudkan jaminan kesehatan semesta.*













