‎DPRD Boltara Diminta Sidak Proyek PHTC RSUD Rp128,3 Miliar

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Momen syukuran dimulainya Proyek Pembangunan Batch III Tahun 2026 Gedung RSUD Boltara, Senin (27/04/2026).

Foto: Momen syukuran dimulainya Proyek Pembangunan Batch III Tahun 2026 Gedung RSUD Boltara, Senin (27/04/2026).

BOLTARA, Asumsi.id – Dewan Perwakiln Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melalui Komisi 3 didesak untuk memeriksa kualitas pekerjaan pembangunan gedung PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) RSUD.
‎
‎Pasalnya, poyek senilai Rp. 128,3 Miliar yang merupakan bagian dari penugasan Kemenkes RI dengan tersebut dikerjakan oleh PT Brantas Abipyara, terkesan asal jadi.
‎
‎Hal ini menyusul adanya temuan pada pekerjaan struktur bawah untuk pengeboran pondasi sebanyak 157 titik diduga tidak menggunakan batching plant atau fasilitas produksi beton siap pakai.
‎
‎Sehingga kualitas pekerjaan pengeboran pondasi atau bor pile sangat diragukan kualitasnya lantaran tidak menggunakan batching plant yang selayaknya digunakan untuk mencampur takaran semua bahan material secara terukur.

BACA JUGA  Sertijab Sekretaris Ditjenpas, Gun Gun Gunawan Siap Lanjutkan Program Strategis Pemasyarakatan
Foto: Salah satu fasilitas batching plant milik pelaksana proyek yang konstruksinya terlihat belum siap digunakan.

‎Karena, fasilitas produksi beton berskala besar yang mencampur bahan baku seperti semen, air, agregat/pasir/kerikil secara otomatis dan presisi. Sebab, dikontrol komputer untuk menjamin kualitas yang konsisten.
‎
‎”Kalau hanya ditakar secara manual, kualitas bangunan bertingkat sangat diragukan kekuatanya. Aplagi daerah kita rawan gempa yang membutuhkan kualitas bangunan yang bukan asal-asalan,” ujar Fadel Hulalango, salah satu pemuda pemerhati di Kabupaten Bolmut.
‎
‎Sehingga itu pihaknya mendesak adlgar DPRD Bolmut khusunya Komisi 3 untuk memanggil pihak kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas pekerjaan untuk didengar pendapatnya.
‎
‎Dia menduga pihak perusahaan PT Brantas Abipraya sengaja mengabaikan penggunaan batching plant rangka mengejar progres pekerjaan yang saat ini sudah berada pada tahap kedua.
‎
‎”DPRD yang memiliki fungsi pengawasan proyek pemerintah juga perlu melakukan Sidak di lokasi proyek dan memeriksa dokumen kontrak apakah mega proyek yang dikerjakan salah satu BUMN ini menggunakan fasilitas batching plant, atau tidak,” pungkasnya.(*)

BACA JUGA  ‎Kapolres Boltara Pimpin Tabur Bunga Ziarah Nasional HUT ke-81 RI di Pantai Batu Pinagut
Facebook Comments Box

Penulis : SL

Editor : Dolvin

Berita Terkait

Resmi Ditutup, Plt Bupati Aditya Pontoh Harap Boltara Art Fest Jadi Agenda Tahunan
PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang
‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo
Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas
Jusnan Mokoginta Kembali Pimpin Percasi Boltara Periode 2026–2030
Kementerian ATR/BPN Catat Redistribusi Tanah 4,39 Juta Hektare dalam Pelaksanaan Reforma Agraria
Hampir Dua Tahun Berjalan, Navigasi Iman Jadi Gerakan Memakmurkan Masjid di Kabupaten Gorontalo 

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 00:46

Resmi Ditutup, Plt Bupati Aditya Pontoh Harap Boltara Art Fest Jadi Agenda Tahunan

Minggu, 8 November 2026 - 00:11

PWI Sulut Award 2026: Ketua Umum PWI Ingatkan Jati Diri Wartawan Pejuang

Sabtu, 7 November 2026 - 23:04

‎HUT ke-353 Kabupaten Gorontalo: Guyuran Hujan Jadi Saksi Soliditas dan Tekad Kuat Pemkab Gorontalo

Sabtu, 7 November 2026 - 12:39

Penuh Haru di Arena Jumbara: Keluarga David Bobihoe Wariskan PIN Emas Bersejarah untuk Sofyan Puhi di Usia ke-63

Sabtu, 7 November 2026 - 11:59

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Berita Terbaru