Handayani, Langkah Nyata Lapas Cipinang Wujudkan Pelayanan Bebas Korupsi

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cipinang, Asumsi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang dalam membangun layanan publik yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi kembali dibuktikan dengan penyelenggaraan Pelatihan Budaya Melayani (HANDAYANI) pada Kamis (5/6). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Cipinang dan Bank BRI Kantor Cabang Rawamangun, yang telah teruji dalam memberikan layanan berbasis budaya prima.

Pelatihan HANDAYANI bukan sekadar program pelatihan rutin, melainkan bagian dari langkah nyata Lapas Cipinang dalam mendukung agenda reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia. “HANDAYANI adalah fondasi dalam membangun budaya pelayanan yang humanis, transparan, dan akuntabel. Budaya melayani tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten dan kolaboratif,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemkab Gorontalo dan Bank SulutGo Sepakat Perkuat Layanan Keuangan Digital dan Kemitraan Peternakan

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan lembaga yang telah terbukti unggul dalam pelayanan publik, seperti Bank BRI, merupakan langkah strategis untuk menghadirkan perspektif pelayanan prima berbasis kepuasan pengguna layanan ke dalam lingkungan pemasyarakatan.

Salshabila Tria Pujy, perwakilan dari Bank BRI Rawamangun yang bertindak sebagai fasilitator, menekankan pentingnya komunikasi efektif, empati, dan profesionalisme dalam membangun kepercayaan publik. “BRI berkomitmen mendukung lembaga pemerintah khususnya Lapas Kelas I Cipinang dalam membentuk budaya pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga berintegritas,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan ini mencakup materi tentang pelayanan prima, etika komunikasi, pengelolaan konflik, serta upaya pencegahan maladministrasi dalam layanan publik. Peserta juga diajak untuk melakukan simulasi interaksi pelayanan berbasis nilai-nilai integritas dan antikorupsi.

BACA JUGA  ATR/BPN, KPK, dan Pemda Jawa Barat Perkuat Sinergi Cegah Korupsi dan Dorong Ekonomi Daerah

Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Cipinang, Lis Susanti, yang turut hadir dan memantau langsung jalannya pelatihan, menyampaikan bahwa program HANDAYANI telah menjadi program unggulan Lapas Cipinang sejak tahun 2021. “Kami konsisten menyelenggarakan pelatihan ini setiap tahun dengan melibatkan mitra strategis. Ini adalah bagian dari upaya sistematis kami dalam membangun budaya kerja yang bersih dan berintegritas di seluruh lini pelayanan,” jelasnya.

Menurutnya, HANDAYANI bukan hanya program pelatihan teknis, tetapi juga upaya membangun karakter pelayanan yang berorientasi pada keadilan sosial, penghormatan terhadap hak masyarakat, dan bebas dari praktik koruptif.

Dengan pelatihan ini, Lapas Kelas I Cipinang kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pemasyarakatan yang progresif dalam mendorong transformasi layanan publik. HANDAYANI menjadi simbol dari semangat perubahan yang dimulai dari dalam — dari cara melayani yang lebih berempati, transparan, dan berkomitmen penuh terhadap prinsip-prinsip integritas.*

BACA JUGA  Mantan Kepala BPKAD Kota Manado Resmi Ditahan
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik
Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan
Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK
Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI
Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi
Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:07

Sejak Diluncurkan pada 2023, Kementerian ATR/BPN Terbitkan Hampir 10 Juta Sertipikat Elektronik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:43

Polsek Bolangitang Sisir Dua Desa di Boltara, Sejumlah Botol Miras Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:24

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:10

Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru