Limboto, Asumsi.id – Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional ke-60 yang dirangkaikan dengan penutupan Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti Pangkalan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF)/PKBM se-Kabupaten Gorontalo pada Minggu (19/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Turni Biahimo, menjelaskan bahwa kegiatan perkemahan tersebut diikuti oleh 560 peserta yang berasal dari 22 PKBM dan 6 SKB. Lebih lanjut, sepanjang periode 2022 hingga 2025, terjadi peningkatan secara kuantitatif maupun kualitatif pada 29 satuan pendidikan di Kabupaten Gorontalo, yang terdiri atas 6 SKB, 23 PKBM, dan 26 lembaga kursus dengan total 6.524 peserta didik.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan bahwa masih terdapat berbagai tantangan dalam upaya pemberantasan buta aksara di daerah tersebut.
Ia mengakui tingkat buta aksara di Kabupaten Gorontalo saat ini masih tergolong tinggi, sehingga peran PKBM sangat krusial dalam membantu pemerintah daerah menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.
Sofyan Puhi mnyatakan di provinsi gorontalo terdapat kondisi yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Pada tahun 2024 angka buta aksara terctat sebesar 1.45% , kemudian menjadi 1,46% pada tahun 2025.
”Ada kenaikan sebesar 0,01% , memang terlihat sangat kecil. tetapi bagi daerah, satu orangpun yang masih memiliki buta aksara tetap merupakan persoalan yang harus kita selesaikan.” Tegas sofyan
”Sebab.. Setiap warga negara memilik Hak untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.” Lanjut bupati sofyan
Dirinya juga mengakui masih kurangnya perhatian pemerintah daerah terkait PKBM ataupun pendidikan nonformal ini, khususnya dari segi pendanaa.
”Insyaallah ke depan, minimal tidak sama dengan pendidikan formal, tetapi ada sedikit keberpihakan untuk PKBM/SPNF, Dalam rangka pemberantasan buta aksara, proses pendidikan di Kabupaten Gorontalo memang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Sofyan.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di bidang pendidikan dapat lebih memprioritaskan program-program pengembangan PKBM dan pendidikan nonformal, mengingat dari sektor inilah tumbuh berbagai inovasi pembelajaran.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Pinsaka Widya Budaya Bakti Kabupaten Gorontalo, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).








