Manado, Asumsi.id — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua PWNU Sulut, H. Ulyas Taha, menghadiri rapat bersama perwakilan organisasi masyarakat adat dan LSM Sulawesi Utara terkait isu penolakan terhadap kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dijadwalkan memberikan ceramah agama di wilayah Bolaang Mongondow Raya (Bolmong Raya).
Diskusi dan dialog berlangsung hangat di Warung Kobong, Jalan Pumorouw, Kota Manado, Kamis (21/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat sipil guna menjaga situasi tetap kondusif di tengah perbedaan pandangan yang berkembang.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kakanwil Kemenag Sulut menyapa satu per satu perwakilan ormas adat dan LSM yang hadir. Ia mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, hingga kekhawatiran yang disampaikan terkait rencana kehadiran Ustadz Abdul Somad di Sulawesi Utara.
H. Ulyas Taha menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tugas melakukan verifikasi administrasi dan memberikan rekomendasi kepada organisasi keagamaan yang mengundang penceramah agama untuk menghadiri kegiatan keagamaan di daerah.
“Adapun terkait aspek keamanan dan kondusivitas wilayah, itu merupakan kewenangan Kesbangpol dan pihak kepolisian,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog, musyawarah, dan semangat persaudaraan dalam menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama serta antarkelompok masyarakat.
“Kami menghargai semua masukan dari ormas dan elemen masyarakat. Mari kita bicarakan dengan baik bersama semua pihak, sehingga kerukunan dan kedamaian tetap terjaga di Sulawesi Utara,” kata Ulyas Taha.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini masih menunggu hasil dialog, rembuk bersama, serta keputusan yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Kesbangpol bersama Polda Sulut.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Dir Intelkam Polda Sulut Kombes Pol Sugeng Prayitno, Kasubdit 3 Sosbud Dit Intelkam Polda Sulut Kompol Luther Tadung, mewakili Kaban Kesbangpol Sulut Kasubdit Penanganan Konflik Emro Nayoan, Ketua Ormas Benteng Steven Kembuan, Ketua BNUI Brigade Nusa Utara Indonesia Stenly Sendouw, perwakilan LSM Garda Timur Indonesia Fikri Alkatiri, pemerhati spiritual kerohanian Rommy Pangalila, serta Ketua Brigade Permesta Maxi Malonda.
Dialog berlangsung terbuka namun tetap tertib dan penuh penghormatan antarpihak. Sejumlah peserta menyampaikan harapan agar setiap persoalan yang berpotensi memunculkan gesekan sosial dapat diselesaikan melalui komunikasi yang bijaksana, tanpa provokasi dan tanpa merusak harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan Sulawesi Utara.
Pertemuan di Warung Kobong itu pun menjadi gambaran bahwa perbedaan pandangan dapat dibicarakan dalam suasana damai, dengan mengedepankan semangat kebersamaan demi menjaga Bumi Nyiur Melambai tetap aman, rukun, dan sejuk bagi semua.*











