Pemkab Gorontalo dan Pansus DPRD Perdalam Kajian SOTK, Perampingan Harus Tepat Fungsi dan Jaga SDM ASN

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO, Asumsi.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Panitia Khusus DPRD Kabupaten Gorontalo mematangkan pembahasan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi daerah, Sabtu (28/02/2026), di Bukit Proja Hotel & Restaurant.

Pembahasan yang berlangsung sejak ba’da Ashar hingga buka puasa itu berjalan dinamis dan konstruktif. Forum tidak hanya membahas penggabungan perangkat daerah, tetapi juga menekankan pentingnya kajian mendalam, terukur, dan berbasis kebutuhan riil daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, bersama jajaran Pansus DPRD hadir langsung dalam pembahasan tersebut. Keterlibatan aktif legislatif menegaskan bahwa penataan kelembagaan ini harus disepakati bersama, dengan argumentasi yang kuat, urgensi yang jelas, serta dampak yang terukur bagi pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menegaskan bahwa penataan kelembagaan bukan sekadar agenda efisiensi struktur, melainkan langkah strategis untuk membangun birokrasi yang lebih adaptif, efektif, dan berorientasi pada kinerja.
.

Kajian Mendalam dan Urgensi yang Jelas

BACA JUGA  Sekda Sugondo Makmur Buka Advokasi Germas SAPA 2026, Apresiasi Peran BPOM Gorontalo

Dalam forum tersebut, Pemkab dan Pansus DPRD sepakat bahwa setiap penggabungan OPD harus didasarkan pada kajian beban kerja, analisis jabatan, serta proyeksi kebutuhan pelayanan publik ke depan. Urgensi perampingan harus dijelaskan secara terbuka: apakah untuk mengurangi tumpang tindih kewenangan, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi anggaran, atau memperkuat integrasi layanan

Penataan struktur tidak boleh berhenti pada perubahan nomenklatur. Justru yang menjadi perhatian utama adalah optimalisasi dan penataan kembali SDM, baik ASN struktural maupun fungsional, agar tetap produktif dan memiliki peran yang jelas.

DPRD menekankan pentingnya jaminan bahwa setelah OPD digabung, tidak akan terjadi kekosongan fungsi, penumpukan pegawai tanpa tugas yang terdefinisi, maupun menurunnya motivasi ASN akibat ketidakjelasan posisi.

Struktur Baru, Fungsi Diperkuat
Sejumlah perangkat daerah dirancang untuk digabung dan diperkuat, antara lain:

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pertanahan dan Perumahan Kawasan Permukiman (Tipe A) – penggabungan fungsi infrastruktur dan kawasan permukiman dalam satu komando teknis.

BACA JUGA  Mutmainnah Dukung Bank Sampah Gemaripah Pamulang Jadi Role Model di Tangsel

Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Tipe A) – integrasi transportasi, lingkungan hidup, dan sumber daya alam untuk memperkuat tata kelola wilayah.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Tipe B) – konsolidasi penegakan perda dan layanan kedaruratan.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Tipe A) – penguatan layanan sosial berbasis komunitas dan desa.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (Tipe A) – integrasi isu keluarga dan perlindungan sosial.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (Tipe A) – konsolidasi sektor pangan dan produksi primer daerah.

Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Tipe A) – penguatan ekonomi kerakyatan dan ketenagakerjaan.

Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik – penyesuaian nomenklatur sekaligus penguatan transformasi digital pemerintahan.

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Tipe A) – perencanaan berbasis riset dan inovasi.
Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (Tipe A) – integrasi komando fiskal daerah dalam satu struktur yang solid.

BACA JUGA  Gerakan Wisata Bersih Wujudkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Berkualitas dan Berkelanjutan

Penataan ini diharapkan melahirkan organisasi yang tidak hanya lebih ramping secara struktur, tetapi juga lebih kuat secara fungsi dan kinerja. Integrasi lintas sektor diyakini akan memperkuat koordinasi, mempercepat pelayanan, serta meningkatkan akuntabilitas.

Namun demikian, baik Pemkab maupun DPRD sepakat bahwa keberhasilan SOTK tidak diukur dari jumlah OPD yang berkurang, melainkan dari peningkatan kualitas pelayanan publik serta optimalisasi kinerja ASN.

“Struktur boleh berubah, tetapi pelayanan tidak boleh menurun. ASN harus tetap difungsikan secara maksimal. Itulah sebabnya kajian yang mendalam dan kesepahaman bersama menjadi kunci,” pungkas Sugondo.

Dengan pembahasan yang komprehensif dan berbasis data, diharapkan SOTK yang dihasilkan benar-benar menjadi fondasi birokrasi Kabupaten Gorontalo yang efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
‎URC Resmob Limango Gerak Cepat Tangani Aduan Pengancaman dengan Parang di Pasar Boroko
Tinjau INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Gibran Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda
‎​Respons Cepat Pemkab Gorontalo Tangani Balita Hidrosefalus Asal Motilango
Awalnya Ragu, Masyarakat Buktikan Pengukuran Terjadwal Tidak Membuatnya Menunggu dalam Ketidakpastian
Pemkab Gorontalo Akselerasi Kepastian Hukum Lahan Eks-HGU Lewat Program TORA
Tahun 2027 Masa Jabatan Kades di Seratusan Desa di Ngawi Berakhir, Ini Pagu Anggaran Yang diusulkan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:13

‎Buka Kajian Islam Malam Jumat, Sofyan Puhi: Mengajak Kebaikan Butuh Perjuangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:02

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:52

‎URC Resmob Limango Gerak Cepat Tangani Aduan Pengancaman dengan Parang di Pasar Boroko

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:52

Tinjau INACRAFT 2026 Youthpreneurs, Wapres Gibran Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:03

‎​Respons Cepat Pemkab Gorontalo Tangani Balita Hidrosefalus Asal Motilango

Berita Terbaru