Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Asumsi.idWakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satu-satu nya modal untuk memasuki dunia kerja. Di tengah transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), dunia industri semakin membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi nyata, adaptif, dan siap kerja.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan kembali menggulirkan program MagangHub (Pemagangan Nasional) yang ditujukan bagi lulusan diploma dan sarjana atau fresh graduate. Program ini didukung anggaran sebesar Rp4,14 triliun dan dirancang untuk memperkuat kompetensi sekaligus mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat memberikan Kuliah Umum pada acara Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) Tahun Akademik 2025–2026 di Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

BACA JUGA  Evaluasi Kinerja, Kantah Boltara Perkuat Koordinasi demi Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

“Saat ini kita berada di era transformasi ketenagakerjaan yang bergerak sangat cepat. Dunia industri tidak lagi hanya mencari individu yang memegang selembar ijazah, melainkan mencari s arjana yang cakap dan memiliki kompetensi nyata,” ujar Afriansyah.

Menurutnya, MagangHub hadir sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan keterampilan (skill gap) dan ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, mulai dari uang saku, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor profesional, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.

Afriansyah menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

BACA JUGA  Kunker ke Kecamatan Bintauna dan Sangkub, Sirajudin Lasena: Pemerintah Jangan tidur Nyenyak

“Ijazah tidak lagi cukup karena industri tidak lagi bertanya apa ijazah kamu, melainkan apa kompetensimu. Sertifikat kompetensi inilah yang menjadi bukti bahwa tenaga kerja kita memiliki standar kemampuan yang dibutuhkan industri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Afrian syah mengungkapkan bahwa kondisi ketenagakerjaan nasional menunjukkan tren yang semakin baik. Per Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,68 persen. Namun demikian, tantangan berupa disrupsi teknologi, otomatisasi, dan munculnya kebutuhan kompetensi baru tetap memerlukan penguatan ekosistem pelatihan dan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri.

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga mendorong UM Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan dunia industri, khususnya mengingat posisi kampus yang berada di kawasan industri strategis Bekasi.

BACA JUGA  James Sumendap Beri Sinyal Pasangkan Amin-MAP Untuk Pilkada Bolmut

“Kampus, pemerintah, dan industri harus bergerak bersama menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini maupun masa depan,” ujarnya.

Di hadapan sekitar 370 wisudawan, Afriansyah berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

“Investasi terbaik sebuah bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Jadilah motor penggerak kemajuan ekonomi nasional,” pungkasnya.*

Facebook Comments Box

Editor : Dolvin

Berita Terkait

‎Wakapolres Badung Perkuat Pengawasan Internal, Personel Diminta Jauhi Judul
‎Ketua DPRD Boltara Dorong Komisi III Perkuat Pengawasan Pembangunan
Warga dan Petugas Selamatkan Perempuan dalam Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Bintauna
DPC PDI Perjuangan Boltara Gelar Dialog Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Teguhkan Ideologi dan Soliditas Kader
Bupati Sofyan Puhi Sambut Pengurus PMI Pusat dan Peserta Rakernis Regional V di Rumah Dinas
Pesan Wamen Ossy untuk Pejabat Administrator dalam PKA 2026: Harus Jadi Arsitek Perubahan
‎Kemenhut Ungkap Dugaan Perdagangan 7 Burung Dilindungi via Facebook di Jayapura ‎
‎11 Rumah Layak Huni Siap Diresmikan, Bupati Gorontalo Apresiasi Program BAZNAS

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:40

‎Wakapolres Badung Perkuat Pengawasan Internal, Personel Diminta Jauhi Judul

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:24

‎Ketua DPRD Boltara Dorong Komisi III Perkuat Pengawasan Pembangunan

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:48

Warga dan Petugas Selamatkan Perempuan dalam Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Bintauna

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:27

DPC PDI Perjuangan Boltara Gelar Dialog Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Teguhkan Ideologi dan Soliditas Kader

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:10

Bupati Sofyan Puhi Sambut Pengurus PMI Pusat dan Peserta Rakernis Regional V di Rumah Dinas

Berita Terbaru