LIMBOTO, Asumsi.id – Semangat gotong royong dalam pelayanan kesehatan kembali diwujudkan melalui kegiatan khitanan massal dan aksi donor darah yang digelar Rahmijati Centre bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gorontalo di Puskesmas Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 itu mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo.
Sebanyak 91 anak dari keluarga prasejahtera mengikuti khitanan massal secara gratis, sementara puluhan warga lainnya turut berpartisipasi dalam aksi donor darah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi didampingi Wakil Bupati H. Tonny S. Junus, Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, serta Pelaksana Harian Direktur RSUD MM Dunda Limboto dr. Jeinfer Rivian Lestyorini.
Turut hadir Anggota DPD RI Dapil Gorontalo Hj. Rahmijati Yahya, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo yang juga Ketua PMI Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan, pimpinan OPD, Camat Telaga, unsur Forkopimcam, serta tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi kepada Rahmijati Centre yang dinilai konsisten menyelenggarakan kegiatan sosial di bidang kesehatan.
Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin selama bertahun-tahun menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Hj. Rahmijati Yahya yang secara konsisten melaksanakan kegiatan ini dari tahun ke tahun. Program ini sangat membantu para orang tua dalam memenuhi kewajibannya mengkhitankan anak sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Sofyan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan terus mendukung setiap program kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan tidak dapat dijalankan pemerintah sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti IDI.
“Kegiatan seperti ini harus terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Pemerintah daerah siap mendukung setiap aksi kemanusiaan yang menghadirkan manfaat nyata bagi warga,” katanya.
Sofyan juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang mempercayakan pelayanan khitanan kepada para dokter.
Ia memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar medis karena ditangani langsung oleh tenaga profesional yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh dokter, tenaga kesehatan, dan panitia yang telah mengabdikan waktu serta keahliannya. Insyaallah ini menjadi amal jariyah sekaligus bentuk pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Gorontalo yang juga Pelaksana Harian Direktur RSUD MM Dunda Limboto, dr. Jeinfer Rivian Lestyorini, menjelaskan bahwa bakti sosial tersebut merupakan agenda tahunan organisasi sebagai bentuk pengabdian profesi dokter kepada masyarakat.
Tahun ini menjadi pelaksanaan kedua khitanan massal hasil kolaborasi IDI Kabupaten Gorontalo dan Rahmijati Centre.
Menurut Jeinfer, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 60 dokter yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dan dokter internship.
Pelayanan juga didukung sekitar 50 tenaga perawat serta Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Ia menjelaskan, metode khitan yang digunakan adalah metode konvensional karena dinilai lebih aman dan efektif dalam meminimalkan risiko komplikasi.
Selain khitanan massal dan donor darah, rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia juga akan diisi dengan bakti sosial bersama IDI Wilayah Gorontalo dan PGRI serta webinar edukasi mengenai penanganan gigitan ular.
Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, tersimpan rasa syukur dari para orang tua peserta. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan khitanan massal gratis, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak bisa dikhitan dengan aman tanpa membebani biaya keluarga. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat kecil,” ujar salah seorang orang tua peserta. (*)








