Gulir Untuk Melanjutkan Konten
BeritaLimbotoRegional

Bahasa Gorontalo Masuk Kurikulum Wajib, Bupati Sofyan Tegaskan Budaya Jadi Syarat Karier Pejabat

74
×

Bahasa Gorontalo Masuk Kurikulum Wajib, Bupati Sofyan Tegaskan Budaya Jadi Syarat Karier Pejabat

Sebarkan artikel ini

LIMBOTO, Asumsi.id – Bahasa daerah Gorontalo tak lagi sekadar alat komunikasi di rumah atau pasar. Mulai kini, bahasa Gorontalo resmi menjadi muatan wajib di bangku sekolah. Kebijakan tersebut ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membuka Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 23 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (22/12/2025).

Perbub ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat karakter peserta didik melalui pendekatan kearifan lokal di tengah derasnya arus globalisasi. Fokus utama kurikulum muatan lokal tersebut adalah penguatan penggunaan bahasa daerah Gorontalo sebagai identitas budaya dan jati diri daerah.

“Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari jati diri daerah. Bahasa Gorontalo bukan sekadar alat komunikasi, tetapi sarat nilai, etika, dan karakter masyarakat,” tegas Sofyan dalam arahannya.

BACA JUGA  Ini Harapan Bupati Nelson Saat Serahkan SK TKSK dan SK PKH

Ia menilai, tanpa pendekatan yang berakar pada budaya lokal, pendidikan berpotensi kehilangan ruh pembentukan karakter. Oleh karena itu, bahasa daerah perlu dikenalkan dan dibiasakan sejak usia dini melalui sistem pendidikan formal.

Keseriusan pelestarian budaya Gorontalo, kata Sofyan, tidak hanya difokuskan di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan budaya di kalangan aparatur sipil negara melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba pidato berbahasa Gorontalo antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Lebih tegas lagi, Sofyan menyampaikan bahwa penguasaan adat dan budaya Gorontalo kini menjadi faktor penting dalam jenjang karier birokrasi. Ke depan, pemahaman terhadap budaya lokal akan menjadi salah satu indikator utama dalam uji kompetensi dan seleksi pejabat pemerintah daerah.

BACA JUGA  Wamenhan Donny Ermawan Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Peserta Peran Saka Nasional di Gorontalo

“Pejabat yang tidak memahami adat dan budaya Gorontalo akan kesulitan untuk menduduki jabatan strategis,” ujarnya lugas.

Bupati Sofyan mengajak seluruh tenaga pendidik dan elemen masyarakat menjadikan kurikulum muatan lokal sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar kewajiban administratif. Dengan adanya payung hukum yang jelas melalui Perbub ini, ia optimistis bahasa dan budaya Gorontalo dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Saya mengajak semua pihak untuk berkomitmen menjaga budaya lokal demi pendidikan yang berkarakter dan berjati diri Gorontalo,” pungkasnya di hadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Waris serta jajaran pendidik yang hadir.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *