Dosen Universitas Darussalam Gontor Jalin Kerjasama Penelitian Lintas Negara

Senin, 20 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asumsi.id – Tim Dosen dari Universitas Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur melaksanakan penelitian antar Perguruan Tinggi lintas negara melalui skema Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PKPT).

Penelitian yang diselenggarakan dengan didanai dalam program Hibah Internal Universitas Darussalam Gontor ini, melibatkan Tim Peneliti yang merupakan dosen Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Darussalam Gontor yaitu Dr. Sisca Mayang Phuspa, S.K.M., M.Sc., Dian Afif Arifah, S.S.T., M.Kes., Rindang Diannita, S.K.M., M.Kes., serta melibatkan Tim Peneliti dari Program Sarjana Muda Keselamatan dan Kesihatan Pekerjaan dengan Kepujian, Fakulti Sains dan Teknologi Industri, Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) yaitu Dr. Norwahida, Dr. Azizan, Dr. Azim Azuan, Dr. Mohd Shahril, Puan Nur Fazhilah.

BACA JUGA  Dua Insiden Kebakaran, di Tengah Hujan Deras Melanda kabupaten Pemalang

Dr. Sisca Mayang Phuspa, S.K.M., M.Sc menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangai oleh maraknya kejadian kecelakaan di lingkungan pesantren di wilayah Indonesia dan Malaysia, dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengembangkan Safety Assessment Model (SAM) pada pondok pesantren di Indonesia dan Malaysia.

Sebagai upaya meminimalisir kejadian kecelakaan di lingkungan pesantren, tim peneliti Universitas Darussalam Gontor bekerjasama dengan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah Malaysia melakukan penelitian dengan melihat praktik dan standar keselamatan yang diterapkan di pesantren, komponen (dimensi) dan indikator yang diperlukan untuk merancang Safety Assessment Model (SAM) yang efektif untuk pesantren di Indonesia dan Malaysia, serta rancangan Safety Assessment Model (SAM) yang dapat diterapkan di pesantren, kemudian dikembangkan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan keselamatan khususnya di wilayah pesantren yang ada di Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA  GMPN Desak KPK Usut Indikasi Dugaan TPPU dan Mafia Cukai Rokok Ilegal di Sumenep

Safety Assessment Model pada pondok pesantren di Indonesia dan Malaysia diselenggarakan dengan menggunakan mixed method, dimana pengambilan data kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam pada delapan perwakilan pondok pesantren di Indonesia yang meliputi Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Pulau Nusa Tenggara, sedangkan untuk Malaysia penelitian dilakukan di pesantren wilayah Penang, Johor, Melaka, Terengganu, Kelantan, dan wilayah lain di Mayasia.

“Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima aspek pengukuran implementasi keselamatan dan kesehatan kerja di pesantren, proses validasi data dilakukan melalui proses expert judgement sehingga diperoleh keabsahaan data dari hasil penelitian,” ujar Dr. Sisca Mayang Phuspa, S.K.M., M.Sc, Senin (20/1/2025).

BACA JUGA  Tutup TMMD 121, Kasdam V/Brawijaya Pesan Untuk Warga Desa Selur

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa dengan adanya Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PKPT) antara Universitas Darussalam Gontor dan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah Malaysia, diharapkan dapat meminimalisir potensi kejadian kecelakaan di lingkungan pesantren yang ada di Indonesia dan Malaysia. (Muh Nurcholis)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemdes Ambukha Gandeng Bank Sumut, BLT-DD Disalurkan Nontunai
Sekda Boltara Tegaskan Audit 2026 untuk Cegah Masalah dan Perkuat Pengawasan
Bupati Sofyan Puhi: PKK Harus Jadi Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat
‎Bupati Sirajudin Tegaskan Disiplin ASN, Kepala OPD Diminta Jadi Pengawas Langsung
Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup
Pemkab Gorontalo Apresiasi Khitanan dan Akikah Massal di Desa Motoduto
Tutup HUT RI ke-81 Limboto Barat, Sekda Sugondo Makmur Serap Aspirasi Pembangunan dan Perkuat Motivasi Petani
Investasi Hotel Asia Pasifik Tembus US$6,8 Miliar pada Semester I 2026

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:22

Pemdes Ambukha Gandeng Bank Sumut, BLT-DD Disalurkan Nontunai

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:57

Sekda Boltara Tegaskan Audit 2026 untuk Cegah Masalah dan Perkuat Pengawasan

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:37

Bupati Sofyan Puhi: PKK Harus Jadi Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:08

‎Bupati Sirajudin Tegaskan Disiplin ASN, Kepala OPD Diminta Jadi Pengawas Langsung

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:57

Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup

Berita Terbaru