Kebun Kangkung Darat di Pedesaan Jadi Sumber Penghasilan Baru Warga

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kangkung Darat kini menjadi salah satu pilihan utama warga pedesaan untuk menambah penghasilan. Dengan perawatan yang mudah dan masa panen singkat, sayuran hijau ini banyak ditanam di lahan pekarangan maupun sawah tadah hujan yang sebelumnya tidak produktif.

Di Desa Kaligesing, Purworejo, beberapa kelompok tani mulai serius menggarap kebun kangkung darat. Hanya dengan modal benih dan pupuk organik, warga bisa memanen kangkung dalam waktu sekitar tiga minggu. “Dulu lahan ini kosong, sekarang bisa panen rutin. Hasilnya dijual ke pasar tradisional setiap pagi,” ujar Sugiyanto, salah satu petani setempat, Jumat (26/9).

Harga kangkung di tingkat petani relatif stabil, berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per ikat tergantung musim. Permintaan dari pedagang sayur keliling dan warung makan membuat pasarnya hampir tidak pernah sepi. Bahkan beberapa petani sudah mulai memasok ke kota terdekat karena produksi di desa cukup melimpah.

BACA JUGA  Keringat Berlebih saat Tidur Menjadi Gejala Kanker, Benarkah?

Selain menambah penghasilan, kebun kangkung darat juga memberi manfaat sosial. Banyak ibu rumah tangga ikut membantu menanam dan memanen sehingga tercipta kegiatan ekonomi keluarga. “Kalau ada panen besar, tetangga-tetangga ikut ngarit (memetik) kangkung, jadi terasa gotong royongnya,” kata Sugiarti, warga lain yang ikut menanam.

Kesederhanaan cara tanam menjadi alasan utama kenapa kangkung darat cepat diterima di pedesaan. Tanah cukup dicangkul ringan, diberi pupuk organik, lalu benih ditabur. Dengan pengairan seadanya dari sumur atau tadah hujan, tanaman bisa tumbuh subur. Petani juga kerap menggunakan sisa kotoran ternak sebagai pupuk, sehingga biaya produksi jauh lebih hemat.

Keberhasilan warga pedesaan mengelola kebun kangkung darat menunjukkan bahwa lahan kecil sekalipun bisa menjadi sumber ekonomi jika dikelola dengan baik. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, usaha ini juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat desa.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rahmanto Pimpin Perang Lawan Stunting
Ramadan Tersisa 10 Hari: Perkuat Ibadah Menjemput Idulfitri
Jurnalis Muslim Andre Hariyanto Serukan Umat Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan
Tips Mengenal Wartawan Bodrex/Abal-Abal dan Wartawan Profesional
Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Ramadhan Tiba Sebentar Lagi, Ini Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Wacana Pilkada via DPRD Menguat, Asri Tadda Dorong Evaluasi Sistem Parpol Nasional
Sumpah Pemuda: Dalam Bingkai Filsafat & Ekstensi Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:03

Rahmanto Pimpin Perang Lawan Stunting

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:33

Ramadan Tersisa 10 Hari: Perkuat Ibadah Menjemput Idulfitri

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:22

Jurnalis Muslim Andre Hariyanto Serukan Umat Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Senin, 16 Februari 2026 - 00:35

Tips Mengenal Wartawan Bodrex/Abal-Abal dan Wartawan Profesional

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:43

Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Berita Terbaru

Jakarta

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:47