Dunia, Asumsi.id – Tim nasional Maroko kembali tampil di panggung Piala Dunia FIFA 2026 setelah mencatat sejarah pada edisi 2022 di Qatar sebagai tim Afrika pertama yang berhasil mencapai babak semifinal. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola Afrika sekaligus mengukuhkan Maroko sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di level dunia.
Berdasarkan profil resmi FIFA, Piala Dunia 2026 merupakan penampilan ketujuh Maroko di putaran final sekaligus kelolosan ketiga secara beruntun. (Sumber: FIFA, “Morocco at the FIFA World Cup: Team Profile and History”, dipublikasikan 4 Juni 2026).
Julukan Atlas Lions melekat pada tim nasional Maroko sebagai simbol kekuatan dan keberanian. Di Piala Dunia 2026, Maroko ditangani pelatih Mohamed Ouahbi, yang ditunjuk pada Maret 2026 menggantikan Walid Regragui. Penunjukan Ouahbi dilakukan setelah ia sukses membawa tim nasional U-20 Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 FIFA 2025. (Sumber: FIFA, “Morocco at the FIFA World Cup: Team Profile and History”, dipublikasikan 4 Juni 2026).
Secara historis, Maroko pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1970 di Meksiko. Setelah itu, Atlas Lions kembali lolos pada 1986, 1994, 1998, 2018, 2022, dan 2026. Prestasi terbaik mereka diraih di Qatar 2022 saat menembus semifinal usai menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti pada babak 16 besar dan mengalahkan Portugal 1-0 di perempat final. Hingga kini, pencapaian tersebut masih menjadi yang terbaik bagi negara asal Afrika di ajang Piala Dunia FIFA. (Sumber: FIFA, “Morocco at the FIFA World Cup: Team Profile and History”, dipublikasikan 4 Juni 2026).
Data resmi FIFA mencatat, sebelum dimulainya Piala Dunia 2026, Maroko telah memainkan 23 pertandingan di putaran final dengan catatan lima kemenangan, sebelas hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Atlas Lions mencetak 20 gol serta kebobolan 27 gol. Penyerang Youssef En-Nesyri tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Maroko di Piala Dunia dengan tiga gol. (Sumber: FIFA, “Morocco at the FIFA World Cup: Team Profile and History”, dipublikasikan 4 Juni 2026).
Pada Piala Dunia 2026, Maroko kembali menunjukkan konsistensi penampilannya. Mereka berhasil menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti pada babak 32 besar dan memastikan langkah ke babak 16 besar. Berdasarkan bagan resmi turnamen FIFA, Maroko selanjutnya dijadwalkan menghadapi Kanada pada 4 Juli 2026 untuk memperebutkan tiket ke perempat final.
Menurut analisis Reuters dalam laporan berjudul “Morocco’s attacking changes make them stronger force than four years ago” yang dipublikasikan pada 30 Juni 2026, Maroko kini tampil dengan pendekatan yang lebih agresif dibandingkan empat tahun lalu. Jika pada Piala Dunia 2022 mereka dikenal mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik cepat, di bawah Mohamed Ouahbi Atlas Lions dinilai lebih berani menguasai bola, melakukan tekanan tinggi, serta mengoptimalkan kreativitas lini tengah.
Masih menurut Reuters, kemenangan atas Belanda semakin memperkuat kepercayaan diri skuad Maroko. Dalam laporan “Morocco have earned world’s respect after beating Dutch, says coach Ouahbi” yang diterbitkan pada 30 Juni 2026, Mohamed Ouahbi mengatakan bahwa timnya telah mendapatkan rasa hormat dari dunia sepak bola berkat konsistensi performa yang ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir.
Di sektor pemain, gelandang serang Ismael Saibari menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian sepanjang turnamen. The Times of India, dalam artikel “FIFA World Cup: Morocco’s Ismael Saibari scripts history, becomes first African player to…” yang dipublikasikan pada 25 Juni 2026, melaporkan bahwa Saibari menjadi pemain Afrika pertama yang mencetak gol dalam tiga pertandingan fase grup Piala Dunia secara beruntun. Catatan tersebut mempertegas perannya sebagai salah satu motor serangan Atlas Lions di Piala Dunia 2026.
Dengan perpaduan pemain senior seperti Achraf Hakimi, Yassine Bounou, Sofyan Amrabat, dan generasi baru seperti Ismael Saibari serta Ayyoub Bouaddi, Maroko memiliki modal untuk kembali bersaing di fase gugur Piala Dunia FIFA 2026.
Terlepas dari hasil akhir turnamen nanti, perjalanan Atlas Lions dalam beberapa edisi terakhir menunjukkan perkembangan yang konsisten dan semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu representasi terbaik sepak bola Afrika di pentas dunia. (*)








