Haornas 2026 Jadi Momentum Kembalikan Aktivitas Bergerak sebagai Gaya Hidup

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Asumsi.id — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum untuk mendorong masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan bagi kalangan atlet.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Irmantara Subagio, mengatakan tubuh manusia membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga fungsi dan kebugaran.

“Secara biologis, tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika tubuh berada dalam kondisi tidak aktif secara terus-menerus, terjadi gangguan pada berbagai sistem tubuh,” ujar Irmantara, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, kebiasaan kurang bergerak dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis, antara lain diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, hingga stroke.

BACA JUGA  ‎Kapolres Boltara Pimpin Tabur Bunga Ziarah Nasional HUT ke-81 RI di Pantai Batu Pinagut

Ia menilai masyarakat tidak perlu menunggu munculnya gangguan kesehatan untuk mulai menerapkan pola hidup aktif. Kebiasaan tersebut, kata dia, sebaiknya dibangun sejak dini dan dipertahankan sepanjang kehidupan.

Pada anak-anak, aktivitas fisik berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang dan otot, perkembangan kemampuan motorik, koordinasi, serta sistem saraf. Kebiasaan aktif sejak usia dini juga dapat menjadi dasar untuk menerapkan pola hidup sehat saat dewasa.

Sementara bagi masyarakat usia produktif, aktivitas fisik membantu mempertahankan kekuatan otot, kebugaran jantung dan paru-paru, menjaga berat badan serta mendukung kesehatan metabolisme.

Aktivitas fisik juga tetap penting bagi kelompok lanjut usia. Dengan bergerak secara teratur dan sesuai kemampuan, lansia dapat membantu mempertahankan kekuatan, mobilitas, keseimbangan, serta kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Dorong Konektivitas dan Transportasi Massal Modern

Tak Harus ke Gym

Irmantara menegaskan, membangun kebiasaan aktif tidak harus dilakukan melalui olahraga berat atau dengan mendatangi pusat kebugaran.

Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan gerak tubuh. Bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk, misalnya, aktivitas dapat diselingi dengan berdiri atau berjalan selama beberapa menit setelah duduk sekitar 45–60 menit.

Kebiasaan sehari-hari juga dapat dimanfaatkan untuk menambah aktivitas fisik, seperti memilih menggunakan tangga, berjalan saat menerima telepon, atau memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tempat tujuan.

Selain itu, aktivitas dengan intensitas sedang seperti jalan cepat dan bersepeda dapat dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan.

BACA JUGA  Tebar Kepedulian di Penghujung Ramadan, DPW PSI Gorontalo Santuni Anak Yatim dan Berbagi Takjil

“Gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan dampak bagi tubuh. Kegiatan tersebut dapat dikombinasikan dengan latihan penguatan otot atau latihan di pusat kebugaran,” kata Irmantara.

Menurutnya, Haornas 2026 tidak semata-mata menjadi ajakan untuk melakukan olahraga berintensitas tinggi. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya mengembalikan aktivitas bergerak sebagai bagian dari gaya hidup.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat menjadi investasi untuk menjaga kebugaran serta kualitas hidup dalam jangka panjang.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: https://kominfo.jatimprov.go.id

Berita Terkait

BKPRMI Sinjai Siapkan Safari Dakwah Ustaz Solmed, Bupati Ratnawati Beri Dukungan
Wabup Tonny Hadiri Audiensi Bersama Menteri ESDM Bahas Penataan WPR
Didukung Kolaborasi Lintas Sektor, Penetapan LP2B Nasional Capai 87,52%
Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia
Pesan Menteri Nusron untuk 568 Wisudawan/Wisudawati Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana pun Bekerja
Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Organisasi dan Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat
Menteri Nusron dalam Kuliah Umum Politeknik Agraria STPN: Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada
Isi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:59

Haornas 2026 Jadi Momentum Kembalikan Aktivitas Bergerak sebagai Gaya Hidup

Rabu, 9 September 2026 - 17:58

BKPRMI Sinjai Siapkan Safari Dakwah Ustaz Solmed, Bupati Ratnawati Beri Dukungan

Rabu, 9 September 2026 - 17:20

Wabup Tonny Hadiri Audiensi Bersama Menteri ESDM Bahas Penataan WPR

Selasa, 8 September 2026 - 16:45

Didukung Kolaborasi Lintas Sektor, Penetapan LP2B Nasional Capai 87,52%

Senin, 7 September 2026 - 10:26

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Berita Terbaru